Kampanye Hitam Merusak Demokrasi

*Simon Minta Jauhi Politik Uang

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Masa pemilu telah tiba. Tahapan demi tahapan mulai berjalan. Kandidat pun bermunculan.

Bupati Sekadau Simon Petrus S.Sos M, foto bersama Mus Mussin wartawan "Post Kota Pontianak Online"./ms
Bupati Sekadau Simon Petrus S.Sos M, foto bersama Mus Mussin wartawan “Post Kota Pontianak Online”./ms

Meski tahapan kampanye masih jauh, namun masing-masing kandidat mulai memperkenalkan diri kepada masyarakat lewat berbagai cara dan media.

Menjelang perhelatan pemilukada yang akan dilangsungkan tanggal 9 desember 2015 mendatang, situasi politik saat ini relatif masih adem-ayem saja. Baik para kandidat, tim sukses, maupun di masyarakat. Walaupun situasi kamtibmas aman-aman saja, namun bukan berarti waktunya untuk bersantai-santai.

Bupati Sekadau, Simon Petrus menyadari itu. Menurut Simon, situasi kamtibmas menjelang pemilu rawan dirusak oleh tindakan-tindakan yang tidak perlu, misalnya kampanye hitam.

Saat kampanye diakui sebagai momen yang paling panas dalam pemilu. Masing-masing kandidat akan bertarung habis-habisan merebut simpati masyarakat agar memilih mereka. Dikhawatirkan, cara-cara pintas pun bakal dihalalkan untuk mencapai tujuan memenangi pemilukada.

“Banyak kandidat atau tim yang nanti akan mendatangi masyarakat dengan bahasa dan konsep yang berbeda-beda. Harus disikapi secara dewasa setiap pembicaraan, slogan-slogan yang disampaikan,” pesan Simon Petrus di ruang kerjanya, (25/6) sore.

Kampanye hitam, kata Simon, bisa memperkeruh suasana atau kamtibmas. Karenanya, ia menyarankan agar masing-masing kandidat yang akan bertarung dalam pemilukada menyadari hal ini dan memiliki kecintaan terhadap daerah dengan tidak mempraktikkan kampanye hitam yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Hindari hal-hal seperti itu. Harus berpikir bagaimana mengajari masyarakat untuk berdemokrasi dengan baik,” tutur Simon.

Saat ini, Kabupaten Sekadau membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merangkul semua rakyat, kalangan, agama dan mampu mempersatukan daerah, bukannya pemimpin yang lahir dari praktik ketidakadilan demokrasi.

Menurut Simon, masyarakat Sekadau saat ini sudah relatif terbiasa dengan isu-isu politik. Ini terlihat dari beberapa kali pemilu sebelumnya, situasi kamtibas dapat terjaga dengan baik.

“Lebih baik tawarkan program kerja kepada masyarakat. Jangan masyarakat kita dibayar 50 ribu untuk memilih kandidat yang tidak sesuai dengan pilihan hatinya, ini kan tidak mendidik,” tegas Simon Petrus.

Biarakan masyrakat berfikiran dengan pola pikirannya sendiri untuk mencari pemimpinnya jangan ada manipolitik./mus/

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *