Kali ini Desa Peniti Besar Gelar Tradisi Robo-robo, Agendakan Kegiatan 10 Malam Berturut

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH ( SEGEDONG)  – Tradisi robo-robo yang dilakukan setiap bulan Safar pada penanggalan Hijriah, selalu menarik perhatian.

Di Kabupaten Mempawah, tradisi tolak bala tersebut juga digelar di beberapa kampung. Seperti yang tampak di Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong.

Saiful Bahri satu diantara penyelenggara tradisi robo-robo di desa Peniti Besar menuturkan, robo-robo merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

“Memasuki bulan safar, sesuai kalender islam biasanya masyarakat melakukan tradisi robo-robo,” ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Ia mengatakan, tradisi robo-robo memiliki nilai dan makna tersendiri. Seperti adanya kebersamaan, kekeluargaan, silaturahmi dan lebih penting mempersatukan umat dalam meningkatkan marwah suku melayu di Kabupaten Mempawah sehingga lebih beradab dan bertata krama.

Ritual robo-robo selain di hadiri oleh Camat Segedong bersama jajaran Muspika Kecamatan, Para Kepala Desa, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Segedong berbagai etnis dan Perwakilan dari Batalyon Kavaleri 12 Beruang Cakti.

“Hingga kini adat dan tradisi masih dipegang teguh oleh masyarakat, karena sudah dilakukan sejak dulu oleh nenak moyang,” ucapnya Saiful Bahri.

“Ini rutin setiap tahun dilakukan masyarakat, Alhamdulillah sudah dilakukan. Masyarakat berkumpul, membacakan do’a, setelah itu menyantap makanan khas melayu secara bersama-sama,” ujar Saiful Bahri sekretaris panitia pelaksanaan robo-robo.

Ia juga mengatakan, ratusan masyarakat Kecamatan Segedong dan sekitar mengikuti tradisi tersebut.

“Secara budaya sebelum dimulainya robo-robo masyarakat sudah diberitahu dua hari sebelum robo-robo itu dimulai dan masyarakat tanpa diminta hadir membawa makanan keacara itu. Kemudian makanan dikumpulkan lalu dimakan bersama,” pungkasnya.

Selain acara ritual robo-robo panitia juga menjadwalkan kegiatan selama 10 malam berturut-turut.

“Dengan momen tradisi robo-robo kami selaku panitia melaksanakan kegiatan selama Sepuluh malam sejak Jum’at (18/10) kemaren dan akan berakhir hinggaMinggu (27/10),” tutur Saiful Bahri.

Ditempat yang sama para pedagang musimanpun tidak ketinggalan untuk menjual dagangan mereka.

“Alhamdulillah di tahun ini sebanyak 70 an kios kami siapkan untuk pedangang musiman lokal mau pun yang berasal dari luar Segedong,” lanjut Saiful Bahri.

Tampak pula di acara tersebut berlangsung aman dan tertib dengan bantuan pengamanan beberapa anggota dari jajaran Batalyon Kavaleri 12 Beruang Cakti dan beberapa anggota dari jajaran Polsek Segedong bersama panitia pelaksana.

“Tidak lupa kami ucapkan kepada anggota dari Batalyon Kaveleri 12 Beruang Cakti bersama beberapa anggota Polsek Segedong yang sudah ikut membantu mengamankan acara kami ini. Semoga acara demi acara dapat berjalan dengan aman dan tertib hingga selesainya acara ritual robo-robo dilaksanakan,” ucap Saiful Bahri mengakhiri./*

Penulis : Shalihin

Publish : Udin Subari


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *