Kades Tebing Raya Kesalkan Management Pabrik WPP MIL

Sintang,postkotapontianak.com

Permasalahan dan konflik antar masyarakat dan pihak perusahan hampir saja terjadi dimana-mana, demikianlah yang terjadi dengan Management WPP MIL dan Pihak Desa Tebing raya. Seperti di tuturkan oleh Kepala Desa Tebing Raya, Damsi kepada media ini saat di wawancara usai peretemuan bersama Sekcam Sintang dan Tim DLH Kabupaten Sintang dan Pihak Manajemen WPP MIL di Kantor WPP MIL, Senin (13/01/2020).

Damsi mengaku bahwa dirinya sangat kesal dengan management WPP MIL tersebut, terutama dalam bidang penerimaan tenanga kerja, lantarannya tenaga kerja yang di rekrut banyak berasal dari luar dibanding tenaga lokal yag berasal dari Desa setempat. Dirinya mengaku bahwa warga Desa nya hanya dua orang saja yang di akomodir bekerja di Pabrik WPP MIL, padahal yang menyerahkan lamaran sebanyak lima orang.

“Dalam penerimaan tenaga kerja kita agak sedikit kesal, kenapa kok orang luar yang banyak di perkeja di sini, sementara orang kita masih sedikit yang bekerja di sini, ini yang kita pertanyakan,” ujar Damsi.

Dikatakan Damsi pihak Management WPP MIL tidak pernah menyurati pihaknya pada saat pembukaan lowongan kerja. “kita tidak pernah menerima surat dari pihak perusahaan terkait pembukaan lowongan kerja di pabrik ini, saya juga bingung jika perusahaan mengatakan pernah menyurati kami, buktinya kita memang tidak ada menerima surat tersebut,” pungkasnya.

Selain itu juga Damsi menjelaskan adanya keluhan masyarakat mengenai limbah Pabrik WPP MIL lantarannya limbah Pabrik tersebut dinilai mencemari udara di lingkungan sekitar. Menurutnya kerap kali warganya mengeluhkan bau limbah pabrik tersebut.

Damsi juga menilai bahwa kolam limbah pabrik WPP MIL kurang memenuhi standar. “Mengenai masalah kolam yang pertama berkaitan dengan bau lingkungan, yang kedua ada kesalahan sedikit mengenai saluran, selain itu juga mengenai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab perusahaan sedangkan di ISPO ini jelas pada poin enam berbunyi, tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat sampai saat ini tidak sesuai,pemberdayaan masyarakat ini apakah untuk Desa Tebing Raya atau dari luar karena memang hingga saat ini tenaga kerja dari Desa Tebing Raya hanya 2 orang,” kata Damsi.

Dikatakan Damsi pihak nya juga meminta kepada WPP MIL agar meberikan air bersih kepada warganya. “ Ada satu lagi kita sudah minta dengan perusahan untuk air bersih, karena disitu ada 8 KK warga saya yang tinggal dekat pabrik, namun hingga saat ini permintan kita belum dikabulkan, padahal kita sudah buat proposal pada tahun 2018, yang lalu,” tandas Damsi.

Sementara itu Robinson Simamora, selaku MIL Manager, saat dimintai keterangan ia mengatakan bahwa untuk penerimaan tenaga kerja selama dirinya masih bertugas selaku MIL Manager ia akan selalu mengutamakan untuk tenaga kerja lokal yang berasal dari daerah setempat.

“Untuk penerimaan tenaga kerja dari awal kita memang mengutamakan yang tenaga kerja lokal, cuma yang menyerahkan lamaran kepada kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Robinson.

Dikatakan Robinson sejak awal pembukaan lowongan kerja pihaknya juga telah melayangkan surat ke beberapa Desa terdekat terutama Desa Tertung, Lalang Baru dan Tebing Raya.

“Sejak awal pembukaan lowongan di sini kita sudah menyurati ke beberapa Desa Setempat, seperti Tertung ,Lalang Baru dan juga Tebing Raya, cuma yang melamar kok sedikit, begitu,” jelas Robinson.

Mengenai Kolam limbah dijelaskannya, hingga saat ini belum pernah ada masalah apapun atau pun jebol, “Kalau untuk kolam limbah hinga saat ini belum ada jebol, itu yang di viralkan sama pak Kades Lalang Baru itu bukan limbahnya yang jebol, dan kita juga selalu menjaga kolam limbah tersebut,” tandasnya.

Menanggapi permintaan masyrakat mengenai air bersih pihaknya akan segera pul up dan kordinasi dengan pimpinan agar segera terealisasi pembuatan sumur bor untuk masyarakat. “Mengenai permintaan masyarakat terkait air bersih, saya akan coba pul up dengan pimpinan agar segera terealisasi,” pungkas Robinson.

Sementara itu pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, melalui Kabid Tata Ruang dan Lingkungan mengatakan pihak DLH Sintang akan selalu melakukan fungsi pengawasan terhadap Pabrik WPP MIL. “Kita dari Dinas Lingkungan akan melakukan pengawasan secara meneyeluruh, mengenai segala kolam limbah pabrik kita akan lakukan fungsi pengawasan, kalau mengenai masalah tenaga kerja itu bagiannya Disnakertran, kita tidak menaganinya,” ujar Ricardo Kabid Tata Ruang dan Lingkungan DLH Sintang.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *