Kades dan Pendamping Desa Serahkan Bana BLT Kepada 171 KK

POSTKOTApontianak.com

MEMPAWAH (Sengkubang) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa bisa menjadi solusi yang tepat dalan penanggulangan dampak Covid-19, anggaran ini juga bisa memperkuat peran pemerintahan di desa. Selain itu dapat menjadi bukti kepedulian dan tanggung jawab pemerintah didesa terhadap kebijakan dalam mengatasi dampak Pandemik Covid-19, Jumat (22/05/2020).

Menurut Alfian Kepala Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah hilir Kabupaten Mempawah, mengatakan, dalam merealisasi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut, merupakan pada tahapan pertama ini telah menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan mekanisme dan petunjuk tehknis, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Lanjutnya, Dalam penyaluran BLT ini disaksikan oleh Camat Kecamatan Mempawah Hilir, Bhabinkamtibmas Polsek Mempawah Hilir, Babinsa Koramil Mempawah Hilir Pendamping Desa Sengkubang dan warga penerima Bantuan, proses penyaluran berjalan lancar, transparan, tepat sasaran sesuai data yang berhak menerimanya.

“Saya dengan perangkat Desa Sengkubang, sudah menyelalurkan BLT dari Kementerian Pemerintahan Desa kepada masyarkat Desa Sengkubang, walaupun dalam penyaluran ini masih belum bisa mengakomodir semua masyarakat Desa Sengkubang,” Kata Alfian

Dikatakan Alfian Kades Sengkubang, Bahwa jumlah yang diajukan 300 lebih, sedangkan yang bisa diterima sesuai seleksi perengkingan berjumlah 171 Kepala Keluarga. Mengingat masyarakat Desa Sengkubang yang rata-rata penduduknya pekerja harian, nelayan, petani dan berkebun sehingga tidak bisa mendapatakan BLT tersebut.

“Seperti diketahui bahwa masyarakat Desa Sengkubang ini, dikategorikan penduduk miskin dimana pendapatan rata-rata per bulan dibawah 600 ribu, dan untuk penerima yang kita ajukan tidak bisa terakomodir semua, maka timbul polemik sosial terhadap BLT ini, apalagi dana desa tidak bisa menampung semua kebutuhan dari data yang sudah masuk,” ungkap Alfian.

“Permasalahan yang jelas dan nyata kepada masyarakat desa sengkubang adalah, dimana kriteria penerima BLT untuk kepala keluarga tidak mampu kabupaten Mempawah mengikuti kriteria dari pemerintah pusat, maka akan timbul polemik sosial di desa, sebab kriteria tersebut tidak tepat sasaran untuk masyarakat kabupaten mempawah, terkhusus kepada masyarakat desa sengkubang” Keluh Alfian

“Intinya sebelum Pemerintah Desa disuruh untuk melakukan pendataan, pemerintah kabupaten harus membuatkan terlebih dahulu standarisasi atau kriteria untuk masyarakat tidak mampu di Kabupaten Mempawah untuk diajukan kepada pemerintah pusat, selain itu jumlah nominal yang akan diberikan jangan ditentukan. Ini diungkapkan adalah untuk mengatisipasi kepada pemerintah desa agar bisa menampung semua masyarakat desa yang miskim terdampak dari wabah virus corona, dan dalam pelaksanaannya tidak terjadi benturan antara Pemerintah Desa dengan Masyarakat,” Harap Alfian.

Pendamping Desa Sengkubang Fawazi sangat mendukung usaha pemerintah pusat dalam menanggapi dampak corona, dengan BLT ini bisa meringankan ekonomi masyarakat tidak mampu. Apalagi pihak pemerintah desa sudah tepat sasaran dalam menentukan siapa yang berhak menerima dengan cara melakukan Rangking siapa yang paling miskin untuk berhak meneima BLT ini.

“Saya sangat sependapat yang sudah diutarakan oleh Alfian Kepala Desa Sejegi, dimana hambatan yang akan timbul adalah dimana Desa tidak bisa memenuhi semua warganya yang miskin karena dampak ini,” Ungkap Fawazi

“Kepada penerima BLT dari Kementerian Desa untuk menggunakan sebaik-baiknya. Mari kita berdoa bersama-sama agar wabah pandemic virus corona (covid 19) segera hilang dan berakhir, agar kita semua bisa beraktivitas sediakanya,” Harap Fawazi.(De’res)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *