Kabid Humas Polda Jabar : Kecintaan Seorang Hamba Kepada Allah SWT Bergantung Kepada Kadar Dzikir Dan Ingatannya Kepada Allah SWT

Bandung – postkotapontianak.com

Wakapolda Jabar Brigjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si., M.M., Rabu (04/03) menghadiri kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental Polda Jabar. Kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental dihadiri juga oleh para pejabat utama Polda Jabar dan anggota Mapolda Jabar.

Bimbingan rohani dan mental dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 5 dan ayat 6 oleh Wadir Lantas Polda Jabar AKBP H. Ahmad Fuady., SH., S.I.K., MH., dan Dzikir Asmaul Husna.

Tausiyah kali ini, yang disampaikan oleh K.H. Yusuf Muhammad, mengusung tema tentang Mahabbah dalam bimbingan Al Qur’an.

Dalam tausiyahnya K.H. Yusuf Muhammad menyampaikan diantara sebab yang dapat menumbuhkan dan membangkitkan rasa kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT yaitu membaca al-Qur’an dengan bertadabbur dan memahami maknanya seperti seseorang yang berusaha memahami dan mensyarahkan sebuah kitab yang telah dihafalnya. Berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan sunnah setelah menyempurnakan amalan yang wajib. Dengan hal ini, seorang hamba akan dapat mencapai darjat “hamba yang dicintai Allah SWT” setelah melepasi darjat “hamba yang mencintai Allah SWT ”. Senantiasa berzikir dan mengingat Allah SWT dalam setiap waktu dan keadaan, dengan hati dan lisan serta dengan amal perbuatan yang baik

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT bergantung kepada kadar dzikir dan ingatannya kepada Allah SWT. Selalu mengutamakan perkara-perkara yang Allah SWT cinta, dibandingkan dengan perkara dunia dan ketika hawa nafsu menguasai manusia, selalu berusaha meraih perkara yang Allah SWT cintai, walaupun dengan jalan kesusahan dan kepayahan.

Lebih lanjut K.H. Yusuf Muhammad mengatakan menyibukkan hati untuk mengenal dan bertadabbur dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT. Dengan berulang dan merenungi nama dan sifat-Nya. Hamba yang mengenal kesempurnaan Allah SWT dalam hal nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pasti akan dapat mencintai- Nya. Merenungi segala bentuk kebaikan, karunia, pemberian, dan nikmat dlohir dan batin yang Allah SWT limpahkan kepada Hamba-hamba-Nya serta menundukan hati sepenuhnya di hadapan Allah SWT, seperti ketika seorang tunduk meminta hajatnya yang mendesak atau meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh hingga berlinangan air matanya, sangat disukai Allah SWT.

Beribadah seorang diri menghadap Allah SWT pada sepertiga malam terakhir ketika Allah SWT turun ke langit dunia. Berdoa kepada-Nya dan membaca al-Qur’an, kalam-Nya yang mulia, melaksanakan tata cara ibadah yang diajarkan oleh Nabi SAW di hadapan-Nya, kemudian menutup wirid malamnya itu dengan taubat dan istighfar. Dengan jalan inilah manusia akan dapat mencapai darjat mahabbah, yaitu kemurnian cinta hingga mereka bertemu dengan Dzat yang mereka cintai.(Aura)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *