Jual Togel : Janda 45 Tahun Ditangkap Polisi

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Liliani terduduk pasrah di kursi plastik yang terletak di ruang unit Reskrim Polsek Sekadau Iptu Muhadi-sekadauHilir, Jum’at (26/6) siang. Dari mulutnya hanya terucap kata saat penyidik Polsek melemparkan pertanyaan demi pertanyaan. Selebihnya ia memilih diam sambil sesekali berbincang dengan kerabat yang mengunjunginya.

Dua hari lalu, Liliani masih bebas beraktivitas. Namun, sekarang gerak-geriknya terbatas. Janda 45 tahun ini pun harus siap mendekam di jeruji besi.

Kamis (25/6) sore, Liliani ditangkap petugas dari Polsek Sekadau Hilir di kediamannya di jalan Merdeka Barat KM 2. Ia diringkus polisi karena terbukti berjualan kupon toto gelap (togel). Dari tangan Liliani, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp. 1.090.000 yang diduga merupakan hasil penjualan togel, satu lembar kertas rekapan, satu unit kalkulator, serta satu unit handphone.

Liliani sempat berkelit saat petugas hendak menggerebek rumahnya. Kala itu, Liliani yang sedang berada di lantai II rumahnya berupaya
membuang HP nya untuk menghindari petugas. Namun, aksi itu dapat diatasi. Dari HP itu, polisi menemukan SMS yang berisi pesanan nomor togel sebagai barang bukti.

“Anggota kami dari Polsek Sekadau Hilir menangkap satu orang tersangka penjual kupon togel di kawasan jalan Merdeka Barat, Kamis 25 Juni sekitar pukul 15.00 WIB. Dari tangan tersangka ditemukan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai, handphone dan kalkulator. Masih dalam operasi Pekat,” ungkap Kapolres Sekadau AKBP Muslikhun didampingi Kapolsek Sekadau Hilir Iptu Muhadi, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Liliani diketahui berjualan togel jaringan Jakarta. Ia tak punya bos di Sekadau ataupun Pontianak. Untuk melakukan transaksi dengan bosnya, ia biasanya mentransfer uang setoran togel lewat bank.

Dari pengakuan Liliani, setiap hari ia mampu mendulang omset hingga satu juta rupiah, bahkan lebih. Namun, uang itu bukan miliknya. Ia hanya memperoleh komisi 10 persen dari hasil penjualan togel. Selebihnya disetor kepada bandar.

Uang persenan hasil penjualan togel itulah yang ia gunakan untuk menafkahi anak cucunya selama ini. Liliani yang baru enam bulan ini
menjanda karena sang suami meninggal dunia tak punya cara lain untuk bertahan hidup.

Apalagi, ia hanya seorang perempuan dengan usia yang tak lagi muda. Ditambah lagi ia masih harus memikirkan nafkah anak cucu yang menjadi tanggungjawabnya setelah sang suami meninggal. Namun apa daya. Nasi sudah menjadi bubur. Liliani pun harus tegar berhadapan dengan ancaman 10 tahun penjara yang disangkakan polisi karena melanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian. /mus/

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *