Jembatan Nyaris Ambruk Warga Melintas Jatuh ke Sungai Beserta Motor Miliknya

Akhirnya reot : Jembatan darurat sungai Kemuang anjlok pada bagian badan jembatan, dua hari lalu. Jembatan ini sudah lama dikhawatirkan warga dan akhirnya benar-benar anjlok. Warga setempat pun memagari jembatan agar kendaraan bermotor tidak melintas.

Warga melintah harus berhati-hati./ms
Warga melintah harus berhati-hati./ms

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Masih ingat cerita keluhan masyarakat Sungai Ringin soal kekhawatiran akan kondisi jembatan Kemuang yang memprihatinkan? Jembatan Kemuang yang melintas diatas sungai Kemuang, Desa Sungai Ringin sudah sejak lama dikhawatirkan warga setempat. Itu karena jembatan berbahan baku kayu bulat tersebut sudah reot dan bolong disana sini. Bahkan, sudah dua kali warga yang melintas terjatuh ke sungai berikut sepeda motornya saat lewat jembatan tersebut.

Akhirnya, apa yang menjadi kekhawatiran warga terjadi juga. Dua hari lalu, jembatan dengan panjang lebih kurang 20 meter itu nyaris rubuh. Bagian tengah badan jembatan turun. Untung saja saat itu tak ada warga yang melintas.

Akibat anjloknya jembatan Kemuang, warga setempat tak berani lagi melewati jalur tersebut menggunakan sepeda motor karena takut terbawa jembatan ambruk. Warga yang melintas dengan berjalan kaki pun harus ekstra hati-hati.

Jembatan Kemuang merupakan sarana infrastruktur yang sangat vital bagi warga tiga dusun, yakni dusun Entomas, Kemuang dan Batu Kumpang. Tak kurang ribuan warga terisolasi jika jembatan itu benar-benar ambruk nantinya. Sayangnya, hingga kini belum ada tanda-tanda jembatan itu akan diperbaiki atau dibangun ulang.

Sejatinya, beberapa tahun lalu pemerintah telah memulai membangun jembatan baru sebagai pengganti jembatan kayu darurat. Namun, yang ada sampai sekarang hanya pondasinya saja. Tidak jelas kapan pembangunannya akan dilanjutkan. Padahal, lokasi jembatan ini hanya beberapa kilometer saja dari pusat kota Sekadau.

“Jembatan Kemuang nyaris ambruk dua hari lalu. Ini yang kami khawatirkan selama ini. Sekarang sepeda motor tidak bisa lagi lewat di jembatan itu,” ungkap Rafai, Kepala Dusun Sungai Ringin, kemarin.

Rafai mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur di dusunnya. Apalagi, jembatan Kemuang menjadi satu-satunya akses menuju tiga dusun lainnya. Pihaknya, kata Rafai, sudah beberapa kali berupaya mengusulkan agar jembatan itu direhab. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan diakomodir.

“Masyarakat kami sangat bergantung pada jembatan ini. Kalau dibiarkan terus menerus rusak nanti warga terisolasi, itu sarana vital bagi masyarakat kami,” katanya khawatir.

Tak putus asa, Rafai berharap pemerintah kabupaten Sekadau bersedia membuka mata melihat kesulitan yang dihadapi masyarakat Sungai Ringin. Masyarakat, lanjut Rafai, tidak menginginkan pembangunan yang muluk-muluk. “Yang penting aman saat dilewati dan tahan lama, kami tidak minta yang megah,” tutup Rafai. (mus)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *