Jarot Winarno Menyakinkan Bahwa Virus Corona Itu Dapat Disembuhkan

POSTKOTAPONTIANAK.COM

SINTANG Bupati Sintang, Jarot Winarno kembali melasanakan Konferensi pers terkait kondisi terkini perkembangan wabah virus COVID 19 di Sintang, ertempat di Pendopo Bupati, pada Senin (11/05/2020). Konferenai Pers dihadiri oleh Polres, Dandim, beberapa OPD terkait, Camat sintang serta beberapa undangan lainnya.

Dalam Konferensi Pers kali ini, Bupati Sintang menyampaikan “sebagai RSUD Rujukan seharusnya kita sudah menerapkan Pelayanan Golden Standart penanganan COVID 19, yaitu tersedianya Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD Ade M. Djoen Sintang, dan sekarang sedang kita usahakan dengan menyurati Ketua Gugus Tugas COVID 19 Nasional, mudah-mudahan Sintang dapat”, ujar Jarot.

Selama ini kita menggunakan Rapit Tes bantuan dari Pemerintah Propinsi, berbagai donatur dan swadaya kita sendiri dari dinkes Sintang, hasil Rapit Tes ini kita kirim ke Pontianak dan Pusat, sehingga memakan waktu yang cukup lama.

“kita akan melakukan Rapit Tes dan telusuri secara komprehensip terhadap warga terdekat dan orang yang pernah kontak erat dengan Konfirmasi Positif COVID 19. Kita lakukan Rapit Test dan jika hasilnya Reaktif, segera kita lakukan isolasi mandiri supaya tidak menular kemana-mana”, terang Jarot.

Pendalaman dan penelusuran kita lakukan secara menyeluruh terhadap semua klaster dan menelusuri orang yang pernah kontak erat dengan pasien konfirmasi Positif COVID 19.

Hasil Screening kita sampai hari ini (11/05/2020), sudah kita lakukan Tes dan kita temukan 183 orang Reaktif. Dengan Rincian 115 Isolasi mandiri di rumah masing-masing sedangkan 68 isolasi mandiri di tempat yang disediakan Pemda Sintang”, ujar Jarot.

“Di Sintang sejauh ini sudah terpakai sebanyak 1.969 Kit Rapit Tes terpakai, karena mustahil kita berhasil memberantas Virus Corona, jika kita tidak mempu menemukan dan melakukan Rapit Tes secara menyeluruh terhadap semua orang yang pernah kontak erat dengan Positif COVID 19”, terang Bupati Sintang.
Terhadap kontak erat dengan pasien Konfirmasi Positif COVID 19, jika hasil Rapit Test Reaktif akan kita klasifikasikan sebagai OTG, untuk kita lakukan Isolasi Mandiri.
Rapit Test ini merupakan alat screening untuk mencari tahu kondisi antibodi orang yang pernah kontak erat dengan konfirmasi Positif COVID 19. Jadi Rapit Test Bukan Alat Diagnosa Virus Corona, yang kita periksa adalah Antibodinya”, ujar Jarot.

Jarot, menyakinkan bahwa Virus Corona itu dapat disembuhkan, sehingga masyarakat dihimbau untuk jangan panik karena belum ada konfirmasi Positif Corona meninggal di Sintang, namun masyarakat diminta untuk tetap patuhi himbauan pemerintah.

“Informasi menggembirakan terkait PDP 04 Menyumbung Tengah yang pernah kita rawat, laki-laki umur 62 tahun, meninggal 19 April 2020 lalu di RSUD Ade M. Djoen Sintang. PDP 04 tersebut sudah dilakukan 2 kali Tes Swab LAB-PCR di Pontianak dan di Jakarta dan Hasilnya Dinyatakan Negatif”, pungkas Jarot./*

(LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *