Jangan Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum, Tindak Tegas Dugaan Pelaku Pembalakan Kayu Ilegal

Kalbar – Melawi, Maraknya pembalakan kayu secara liar di sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, diduga dibekengi dan dikawal oleh sejumlah oknum Aparat di daerah tersebut. Tudingan ini dilontarkan oleh Wakil ketua Lembaga LP KPK Kabupaten Melawi Herry Harjomo, dalam suatu perbincangan di salah satu Warkop di bilangan Pasar Nanga Pinoh, Senin (12/08/2019) pagi.

“Ada sejumlah oknum di duga kuat terlibat dalam perdagangan kayu hasil pembalakan secara liar di Melawi ini, ungkap Herry sapaan akrabnya,

Herry Harjomo juga mengungkapkan, terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam persoalan Kayu ilegal tersebut, dia meminta kepada puncuk pimpinan Polisi dan TNI di Kalimantan Barat, untuk menindak tegas jika ada dugaan oknum anggota yang bermain.

Ia juga mengatakan, penegakan hukum terhadap sejumlah aksi pembalakan hutan lindung di wilayah hukum di Melawi di nilai sangat lemah. Padahal, kegiatan pembalakan liar di sejumlah wilayah Desa di kecamatan Perhuluan terjadi secara terang-terangan dan telah merusak sejumlah kawasan hutan lindung, ujarnya mensenyalir hal tersebut.

“Saya berharap pada pihak penegak hukum di Kalbar ini dapat menindak tegas oknum yang terlibat dalam pembalakan kayu ilegal di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang.
“Masak ada banyak pihak petugas di sana, tapi sangat tinggi sekali pembalakan liar,
Apa petugas di sana tidur” sindirnya.

Salah satu contoh nyata, kayu-kayu Ulin olahan Square Red, dari Desa Tontang Kecamatan Serawai kabupaten Sintang di bawa menggunakan Motor air melaui sungai Melawi dengn kapasitas bobot muatan 200 hingga 400 Batang kayu ulin ukuran 9×9.cm panjang 4 meter, dan di musim kemarau seperti ini kayu – kayu ulin ilegal tersebut di angkut melalui jalan darat, menggunakan truk di bawa ke kabupaten Melawi dan keluar Kabupaten, seperti Sintang dan Kapuas Hulu di jual kesana.

Tak hanya dari Dari Desa Tontang kecamatan Serawai, kayu yang di duga kuat ilegal hasil pembalakan seperti ulin dan jenis kayu kelas 2 lainnya juga rutin keluar dari kecamatan Sokan dan kecamatan Sayan, melalui jalan koridor Perusahan HPH dan dari Kawasan perusahan perkebunan Kelapa Sawit ungkap, Herry Harjomo.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Temenggung adat dayak Kabupaten Melawi Semiun Ujek. “Jika masalah ini ingin dituntaskan, pihak berwajib jangan tebang pilih dan tanpa terkecuali, kepada siapa saja yang terbukti melakukan pembalakan sesuai aturan Undang undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, katanya.

“Beberapa waktu lalu,saya lihat sendiri dengan mata kepala saya langsung sejumlah tumpukan Kayu di halaman rumah salah satu oknum. Sementara jika masyarakat yang bekerja menebang dan mengolah kayu di hutan hanya untuk bertahan hidup di larang dan di tangkap di mana letak keadilan itu,” jelasnya kesal.

Terkait maraknya peredaran kayu ilegal di duga kuat melibatkan sejumlah oknum, atas nama ketemengungan Kabupaten Melawi Dirinya meminta Kepada Aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang coba bermain dengan kayu ilegal hasil pembalakan hutan lindung terutama untuk kayu jenis ulin yang sama sekali tak ada ijinnya dan sangat bertentangan dengn Undang-Undang tanpa terkecuali harapnya. /Jon- Melawi.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *