Idris Ingatkan Aktivitas Sosial dan Ekonomi Dibuka Masyarakat Jangan Euforia

PKP ! KOTA DEPOK — Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Depok saat ini masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional sebagai transisi menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal. Untuk itu, dengan dibukanya kembali aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap ini, diharapkan masyarakat agar tidak euforia.

“Jadi, dengan ini masih berlaku protokol kesehatan PSBB Proporsional. Sebab sebagai transisi menuju AKB. Untuk itu, dimohon kepada seluruh elemen agar memahami kondisi ini dan tidak terjadi euporia ketika beberapa aktivitas sosial dan ekonomi dibuka secara bertahap,” imbuh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Menurutnya, bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kebijakan yang diterapkan setiap waktu. Dengan berpatokan pada perkembangan kasus Covid-19 ini.

“Jadi, kami akan terus mengevaluasi kebijakaan dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan secara seksama tren kasus Covid-19 khususnya di Kota Depok ini,” tutur Idris.

Idris juga menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh, saat ini bertambah 23 orang. Dengan jumlah total pasien sembuh sebanyak 410 orang atau mencapai 61,38 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

Kemudian kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak 10 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RS UI.

“Sementara, dengan penambahan ini, total pasien konfirmasi positif sebanyak 668 orang dan pasien yang meninggal dunia 34 orang,” ucapnya.

Dia menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran kembali terhadap kasus konfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri, untuk diarahkan isolasi di RS Hasanah Graha Afiah (HGA), RS Citra Medika dan RSUD Kota Depok. Sebab, hingga hari ini jumlah kasus konfirmasi positif aktif di Kota Depok sebanyak 224 kasus dan 141 kasus diantaranya melakukan isolasi mandiri.

“Artinya, dengan berbagai upaya ini untuk memutus rantai penularan, terutama dalam lingkungan keluarga dan pihak-pihak yang kotak erat,” jelas Idris.

Idris menambahkan, sementara untuk Orang Tanpa Gelaja (OTG) yang selesai pemantauan hari ini bertambah 24 orang dan Orang Dalam Pemantauan (PDP) 39 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 22 orang.

“Dan sedangkan jumlah PDP yang meninggal saat ini sebanyak 94 orang, ada penambahan satu orang dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes Republik Indonesia,” pungkas
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok itu.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *