Ibu Rumah Tangga Resah

Gas Elpiji Langka dan Mahal

Depok, PostKota Pontianak.com

Kalangan ibu rumah tangga di Kota Depok mulai meresahkan kelangkaan gas elpiji 3 kg. Kelangkaan tersebut sudah berlangsung selama tiga hari. Sekalipun ada pedagang yang menjual gas melon itu, harganya sangat tinggi. Mereka menjual dikisaran angka Rp17.500 sampai Rp19.000.

Dibeberapa titik di Kecamatan Sawangan juga terlihat antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) setempat. Para ibu dan sejumlah pedagang antre sesaat truk pengangkut gas elpiji menurunkan ke SPBU Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Sawangan Baru.

Gas-elpiji (Ist)
Gas-elpiji (Ist)

“ Kami curiga ini permainan spekulan untuk menaikkan harga gas elpiji yang sudah menjadi kebutuhan pokok,” ucap warga setempat Sakonda S Dewi, kepada sejumlah pewarta, Jumat (27/2/2015), dilokasi.

Pernyataan senada dilontarkan Nurhaidah. Menurutnya, kelangkaan gas melon sudah berlangsung hampir satu minggu. “Kita kesulitan mencari gas tersebut di warung dan agen. Kalaupun ada harganya tinggi,” tuturnya.

 Nurhaidah mengaku membeli satu tabung gas seberat 3 kg tersebut dengan harga Rp21.000. Diantarkan atau di bawa langsung, harganya tetap sama. Pemerintah harusnya memperhatikan persoalan rakyat lebih serius. “Kita sangat butuh perhatian pemerintah,” keluhnya.

 Menanggapi ini, Himpunan Wirausaha Minyak & Gas (Hiswana Migas) menyatakan siap melaksanakan operasi pasar se-Kota Depok untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi tersebut. Alasannya, Hiswana Migas Depok telah disetujui mendapat tambahan 25ibu tabung dari Pertamina yang disebar pada 24 agen untuk 63 kelurahan.

 “Operasi pasar ini juga berencana menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp 16ribu/tabung,” ujar Athar Susanto, Ketua Hiswana Migas Depok didampingi Yahman Setiawan dari Raja Gas di Depok, kemarin.

Sementara itu, Eko Setianto selaku manajer PT Tidar Setia Elpinda, merasa ikut keprihatin terhadap kelangkaan gas elpiji di Depok. Karenanya, manajemen TSE segera menambah jam produksi kendati tanggal merah tetap masuk sambil menunggu agen yang penerima.

“Sebab bulan Februari ini hari yang pendek ,Persiapan kami dalam mengatasi kelangkaan gas ini dengan menambah jam produksi dan tanggal merah tetap masuk serta menambah pekerjanya,” imbuhnya. (Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *