IBH: Elektabilitas Internal Tertinggi Semua Keputusan di DPP

PKP ! KOTA DEPOK — Hanya itungan bulan Pilkada serentak segera diselenggarakan, Depok merupakan salah satu kota yang akan menghelat pesta demokrasi, ada tiga partai yang dapat mengusung langsung calon wali kota dan wakil wali kota karena memiliki 10 kursi DPRD Kota Depok atau lebih. Seperti PKS (12 kursi), Partai Gerindra (10 kursi), dan PDIP (10 kursi).

Dari tiga partai itu, Bakal Calon Walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Imam Budi Hartono (IBH) mengklaim elektabilitasnya tertinggi. Berdasarkan survei secara internal dirinya tertinggi dari tiga calon lain sesama partai. Hingga saat ini hasil Pemira PKS Depok menyaring tiga nama untuk diusung diantaranya: IBH, Farida, Hafidz Nasir. Untuk itu, dirinya optimis bakal mendapatkan mandat dari Partai untuk maju menduduki kursi nomor satu di Depok.

“Jadi, sampai saat ini sudah ada lima orang yang mendekati untuk mendampingi saya. Yaitu: H. Acep Azhari, Farabi, Luki Hakim, orangnya SBY dan orangnya Sandi yang bisa kemungkinan Gerindra PKS bersatu kembali,” ujar Imam, Rabu (01/07/2020), saat berbincang bersama wartawan yang tergabung dalam Depok Media Center (DMC), di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa syarat bagi pendamping dirinya untuk maju dalam pilkada mendatang. Pertama, siap memenangkan IBH dengan menambah suara dari pangsa pasar berbeda (bukan PKS-red). Kedua, ia mensyaratkan agar pasangannya memiliki partai untuk ikut membangun bersama. Pasalnya, untuk maju dalam perhelatan pilkada peserta diharuskan mengantongi rekomendasi dari partai. Ketiga, memiliki finansial yang cukup dalam pertarungan politik mendatang. Terlebih lagi, lanjutnya, dalam menggerakkan mesin partai agar bergerak lebih cepat. “Artinya, secara pribadi sudah siap finansial dan lainnya. Kalau ditanya siapa ya seperti Farabi yang juga Ketua Partai Golkar. Tapi, namanya politik itu dinamis semua keputusan di DPP,” jelas Komisi IV DPRD Propinsi Jawa Barat itu.

Imam mengingatkan, bahwa dirinya merupakan kader tulen PKS. Sementara dengan Rama Pratama bukan kader PKS makanya masuknya dari jalur partai lainnya. Selanjutnya dengan posisi Mohammad Idris dan Hardiono bukan juga kader PKS. “Artinya, saya sebagai kader PKS selalu siap ditempatkan di manapun, bahkan kalau kalah ya tetap Ketua Komisi IV DPRD Jabar. Karena semua masih ada kemungkinan dan keputusan di DPP,” imbuhnya politisi PKS Kota Depok itu.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *