Hj. Fatimah akan Tempuh Jalur Hukum

Persoalan CV. Melvi vs PT. AAN Belum ada Penyelesaian

Jumat (20/02/2015)  CV. MELVI  merasa dirugikan dengan tindakan PT. Agro Alam Nusantara, dengan tanpa ijin menimbun tanah merah ke Areal milik CV. MELVI dengan dalih Fasilitas Umum.

POSTKOTA PONTIANAK.COM

PONTIANAK-Pemilik PT. Melvi Hj. Fatimah yang beralamat di Jalan Parit Haji Husen II itu, merasa heran dengan tindakan aparat pemerintahan baik Desa

CV. MELVI  merasa dirugikan dengan tindakan PT. Agro Alam Nusantara, dengan tanpa ijin menimbun tanah merah ke Areal milik CV. MELVI.(foto:satrio)
CV. MELVI merasa dirugikan dengan tindakan PT. Agro Alam Nusantara, dengan tanpa ijin menimbun tanah merah ke Areal milik CV. MELVI.(foto:satrio)
Timbunan tanah merah.(strio)
Timbunan tanah merah.(strio)

maupun Kecamatan Rasau Jaya, yang tidak bisa menyelesaikan masalah tindakan semena-mena PT. Agro Alam Nusantara tersebut, padahal menurut Hj Fatimah masalah ini sudah satu tahun, namun tidak ada penyelesaian karena dari pihak PT AAN merasa ada yang melindungi.

Hj. Fatimah mengakui bahwa tanah fasilitas umum lebarnya hanya empat meter, namun PT. Agro Alam Nusantara tanpa kordinasi dengan secara sepihak melebarkan jalan dengan menimbunkan tanah merah mengenai tanah miliknya, beberapa konsumen CV Melvi membatalkan membeli perumahan tersebut, karena merasa terganggu dengan penimbunan tanah yang dilakukan PT.AAN mengenai belakang perumahan, tanggal (17/02) CV. Melvi dibantu LSM LP2TRI melakukan pemagaran, namun tadi pagi sekitar pukul 10.00WIB, pagar jalan tersebut ada yang membongkar tanpa ijin CV Melvi.

CV Melvi merasa tidak dihargai dengan pembongkaran pagar tersebut, dengan melalui pengacaranya akan melaporkan kepada pihak berwajib, secara prosedur Hj. Fatimah sudah ia tempuh dari surat rekomendasi IMB dari camat yang masih dijabat Tugiono,SE hingga terbitnya  IMB, berdasarkan sertifikat yang terbit tahun 2008 dan pemecahan tahun 2009.

Menurut Tugiono SE bahwa surat rekomendasi IMB benar, ia yang memberikan rekomendasi, itu atas dasar inisiatif dia mengingatkan CV Melvi ucapnya, namun pembangunan perumahan itu sebelum jadi IMB sudah dibangun dulu, bahwa batas bangunan yang sebenarnya menurut peraturan Dinas Cipta Karya adalah 15 meter dari jalan fasilitas umum, tetapi perumahan tersebut hanya empat meter dari batas jalan fasilitas umum itu, Tugiono membenarkan bahwa penimbunan yang dilakukan PT Agro Alam Nusantara itu memasuki Area tanah milik CV Melvi, mengenai penyelesaian ia serahkan dengan kedua belah pihak tersebut.

Hj. Fatimah mengharapkan penyelesaian masalah ini dengan secara kekeluargaan, namun sampai detik ini dari pihak PT Agro Alam Nusantara belum ada menemuinya, apabila masih tidak ada penyelesaian maka ia akan menempuh Jalur Hukum.(Satrio SAR)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *