Himbau Pelaku Usaha Bentuk Pangkalan, Dalam Antisipasi Kelangkaan Gas LPG 3kg

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH –  Dalam menghadapi kecemasan warga, pihak Disprindagnaker akan melakukan operasi pasar mengatasi berita kelangkaan gas 3kg kepada pangkalan yang berada di wayah Kabupaten Mempawah ini. Senin (27/07/2020).

Saat ditemui keruang kerjanya, Kasi Metrologi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Disperindagnaker Kabupaten Mempawah Hendri Kurniawan mengatakan pihaknya sejauh ini terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait kelangkaan gas 3kg ini, mulai dari Pertamina, pihak kepolisian, sampai tokoh masyarakat.

Hendri menjelaskan, untuk mendapatkan LPG subsidi tabung 3 kg, masyarakat Kota Mempawah rela berdesak-desakan mengikuti antrian panjang di pangkalan, sehingga warga sudah tak memperdulikan aturan menjaga jarak sesuai protap kesehatan Covid-19 dalam kesulitan memperoleh LPG tabung 3kg ini.

“Sebelumnya, antrian di pangkalan tidak seramai ini, untuk mendapatkan LPG 3 kg, tidak ada kelangkaan, karena distribusi berjalan lancar dan kuota LPG untuk wilayah Kabupaten Mempawah terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

“Sebenarnya tidak ada kelangkaan, gas LPG 3kg harusnya cukup dan distribusi lancar, mungkin karena adanya siklus perubahan dalam mendapatkan saja sehingga terjadi antrian dalam pengambilan di Pangkalan, hal ini disebabkan akibat pengecer tidak diperbolehkan menjual LPG 3kg maka masyarakat kesulitan menemukan LPG 3kg dilingkungannya,” ucap Hendri.

“Saat sekarang masyarakat harus membeli LPG 3kg ke pangkalan resmi yang telah ditetapkan Pertamina, dan tidak bisa mendapatkan di warung atau toko terdekat dirumahnya,” jelas Hendri.

Ditinjau dari aspek protokol kesehatan covid 19 pihaknya melalui Pemerintah Kabupaten Mempawah telah mengirimkan surat kepada PT Pertamina Wilayah Kalbar untuk mengatasi kerumunan masyarakat di pangkalan dalam suasana pandemi Covid-19 dan menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kita akan menerbitkan regulasi aturan pemerataan penyaluran LPG 3kg ditiap desa di Kabupaten Mempawah. Maka, kita mendorong setiap kios atau warung pengecer agar merubah status menjadi pangkalan. Walau hanya menjual 5 atau 10 tabung gas, bisa disebut sebagai pangkalan dengan memenuhi aturan dan ketentuan yang berlaku,” tukasnya.

“Maka kami menghimbau kepada perorang usaha, kelompok usaha, warung maupun usaha jenis lainnya, untuk merubah menjadi pangkalan, karena sekarang pelaku usaha tidak diperkenankan untuk melayani pengeceran gas LPG 3kg lagi,” harap Hendri.

Untuk kelengkapan ataupun persyaratan perubahan pelaku usaha menjadi pangkalan bisa langsung mendatangi Kasi Metrologi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Disperindagnaker Kabupaten Mempawah.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *