Hilangnya Fungsi Penampungan Aspirasi, atas Ketidakhadiran 28 Anggota DPRD Mempawah

POSTKOTAPONTIANAK

(Mempawah) – Penasihat Forum Aliansi Kontraktor Mempawah (FAKM) H.M. Husni Thamrin mengatakan bahwa ketidak hadiran 28 anggota DPRD Kabupaten Mempawah secara sepontan dalam hari yang sama, merupakan bagian dari hilangnya fungsi DPRD sebagai penampung aspirasi masyarakat.

“Ketidak hadiran 28 anggota DPRD Mempawah menandakan mereka takut ketika didatangi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Khusunya masyarakat Kabupaten Mempawah,” ujar dia saat ditemui dirumahnya pada Rabu (12/4) siang.

Selain itu, kehadiran tersebut juga menandakan bahwa fungsi DPRD yang seharusnya menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakatnya tidak berfungsi secara optimal.

“Hal ini bagaikan Pil KB dan Pilkada. Pil KB jika lupa, maka jadi. sedangkan Pilkada, jika jadi pasti lupa. itulah yang sering terjadi didalam kehidupan masyarakat,” ucap dia.

Dirinya berharap, DPRD Kabupaten Mempawah dapat menjalankan tugasnya secara optimal, dan selalu mementingkan kepentingan masyarakat.

“Dan saya juga mengapresiasikan kedatangan Ketua DPRD dan ketua Komisi III Kabupaten Mempawah. Karena saat masyarakat datang mereka masih berani menghadapi kedatangan aliansi FAKM,” tutup dia.
(Viky)
Foto H.M. Husni Thamrin, Penasihat Forum Aliansi Kontraktor Mempawah (FAKM) / Viky / POSTKOTAPONTIANAK.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *