Heri Jambri, Minta Jangan Jual Isu Perbatasan Jelang Pilgub 2018

Sintang- Peliknya persoalan yang dihadapi masyarakat perbatasan kerap kali digunakan untuk mendulang suara menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) bahkan juga Pilpres. Janji-janji politik ditebar untuk mendulang simpati demi menduduki kursi. Fenomena ini kerap terjadi, meski realisasinya urung ditepati.

Daerah perbatasan, kerap dijadikan taget kampanye untuk meraup suara. Janji-janji politik pun, kerap kali diumbar ke permukaan publik.

“Perbatasan jadi obyek jualan sangat laris saat kampanye jelang Pilpre maupun Pilkada,” sebut Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Heri Jamri,ujarnya 17 April 2018.

Janji kampanye, di perbatasan setiap menjelang Pilgub dan Pilkada diakui Heri lumrah dijumpai. Banyak Balon yang datang ke perbatasan, dengan janji politik membangun perbatasan, termasuk di Sintang.

Heri yang juga politisi dari Partai Hanura ini mengatakan, janji-janji politik kampanye adalah hal lumrah sebab sesuai mekanisme Peraturan dan Perundang-undangan.

“Boleh saja. Namun, balon diminta untuk komitmen dan merealisasikan janji. Banyak yang datang dan janji nanti kalau jadi Gubernur akan bangun perbatasan. Tetapi sampai sekarang tidak terwujud. Perbatasan jangan dijadikan modal politik,” pesannya.

Heri menilai, masyarakat saat ini sudah cerdas dalam memilih bakal calon pemimpinnya yang tidak hanya sekedar menabur janji.

“Saya yakin masyarakat sudah cerdas. Kita tidak memandang calon pemimpin dari suku apa, agama apa dan atau bangssa apa. Siapapun dia harus membawa kemajuan Kalbar secara adil dan menepati janji-janji,” ungkapnya. (red)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *