Harga Sembako Selalu Naik Jelang Hari Besar

Sarno : Harga Relatif Naik, Stok Barang Kebutuhan Jelang Lebaran Aman

Harga sembako terus naik./mus
Harga sembako terus naik./mus

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok rumah tangga mulai menanjak. Fenomena yang tak asing ini tentu saja membuat pusing beberapa kalangan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Salah satu bahan sembako yang mengalami kenaikan cukup drastis adalah gula. Saat ini, harga eceran gula di pasar Sekadau berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 14.500 per kilogramnya. Kenaikan harga ini mulai terjadi sejak beberapa hari belakangan.

“Sudah beberapa hari terakhir gula naik, naik lagi naik lagi. Kalau mau hari raya pasti begitu,” ujar Santi, salah seorang ibu rumah tangga saat dijumpai di pasar Sekadau, kemarin.

Sebelum ini, harga gula dijual di kisaran Rp 12.500 hingga Rp 13 ribu per kilogram. Bahkan, bulan lalu harganya masih dibawah angka tersebut. Belum lagi bahan sembako lain yang mulai menyusul mengalami kenaikan harga jual.

“Ini belum lama sudah naik lagi. Mana barang yang lain ikut naik juga,” keluh Santi.

Santi mengaku heran dengan fenomena kenaikan harga barang yang terjadi hampir setiap menjelang hari-hari besar keagamaan. Menurutnya, ada yang aneh dari fenomena ini.

“Iya kan kalau mau lebaran, natal, pasti harga barang naik. Apa sebabnya ya kok bisa begitu. Apakah sengaja,” tanya ibu dua anak ini.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sekadau, Sarno membenarkan ada kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok, termasuk gula. “Tapi barang lain juga ada penurunan,” kata Sarno ketika ditemui di kantornya.

Meski harga barang relatif naik, namun Sarno memastikan stok barang kebutuhan pokok untuk saat ini, termasuk menjelang lebaran, aman. Hanya saja, Sarno tak bisa merinci ukuran cukup dan berapa stok yang tersedia.

“Yang jelas saat kami tanya dengan pedagang, mereka bilang stoknya cukup. Kalau untuk kenaikan sembako, kami tidak bisa melarang. Itu hukum pasar yang bekerja,” kilahnya./mus


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *