Harga karet yang tidak memadai dengan kebutuhan Ekonomi masyrakat sehari-hari

Husen Abdulah./yahya
Husen Abdulah./yahya

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Anjloknya harga latex ternyata tidak hanya petani karet di Kabupaten Sekadau saja yang menjerit, Dealer-dealer motor di Kota Lawang Kuari ini juga merasakan dampak harga karet, penjualan terlihat sepi semenjak harga karet terjun bebas di harga Rp 5000 per kilogramnya.

Penjualan kendaraan bisanya mencapai 150 bahkan sampai 200 unit perbulannya pada tahun 2014 lalu, penurunan penjualan sekarang 2015 mencapai 50%.

Kondisi ini tentu selain membuat target penjualan dealer menjadi tidak tercapai, juga membuat para sales motor terpaksa harus bekerja ekstra untuk mencapai target penjualan.
” Memang saat ini penjualan motor mengalami penurunan drastis, penurunan hingga 50 persen lebih khususnya beberapa bulan terakhir ini,” ungkap Pimpinan Daya Motor Honda kota Sekadau, Husen Abdulah dibincangi “post kota pontianak”.

Menurut Husen, saat karet mengalami penurunan dan belum memasuki musim hujan, penjualan motor masih stabil.
Husen juga mengharapakan, pemerintah terkait peduli dengan kondisi jalan saat ini, dikarenakan jalan banyak yang rusak parah, ” untuk memasuki daerah-daerah tertentu sangat susah, sehingga 1 (hari) tidak cukup untuk masuk ke pedalaman,” imbuhnya.

Dikarenakan kondisi saat ini harga karet yang sangat rendah, ditambah lagi dengan kodisi cuaca yang sering hujan, sehingga petani karet susah untuk mendapatkan hasil karet, dan para sales motor pun harus menggangur karna tidak tercapainya target penjualan.

” Kedala saat ini para seles susah untuk masuk kampung karna kodisi jalan yang tak cukup d tempuh dengan 1 (satu) hari saja, lanjut husen kondisi ini tidak hanya di sini saja, di pontianak juga sama, inflasi juga pasti akan naik,” terangnya./mus/y@


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *