Gus Solah dan Bima Arya Akan Hadiri Diskusi Tentang Media Sosial dan Radikalisme di Bogor

Diskusi Publik di Media Sosial./hf
Diskusi Publik di Media Sosial./hf

BOGOR – KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah akan menghadiri diskusi tentang radikalisme di media sosial di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), samping Masjid Raya Kota Bogor, pada Senin besok, 21 Desember 2015, pukul 13.00-16.30. Kegiatan ini diadakan KOMUNIKONTEN, Institut Media Sosial dan Diplomasi.

“Tantangan utama kita sebenarnya kemiskinan, korupsi, karakter yang lemah serta daya saing bangsa yang rendah, namun isu radikalisme atas nama apapun dan usaha memecah belah antar anak bangsa ini harus diwaspadai dan dilawan, kita butuh masukan dan pikiran dari Gus Solah, insyaAllah, beliau sudah oke hadir”, ungkap Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten di Jakarta, Minggu (20/12/12).

Menurut Hariqo, diskusi ini tidak hanya membahas tentang radikalisme, tetapi juga mengajak anak-anak muda untuk untuk bela negara, dan memperjuangkan kepentingan nasional di media sosial. Akun medsos bisa digunakan untuk mempromosikan pariwisata, produk lokal dan potensi Indonesia lainnya. Mengenai Gus Solah, Hariqo mengatakan tidak banyak Kyai atau pengasuh pesantren yang aktif di media sosial, Gus Solah dengan akun twitter @Gus_Solah adalah salah satu yang paling aktif berpendapat tentang berbagai hal. “Gus Solah menjadi teman bagi siapapun di media sosial, beliau tidak monolog tapi berdialog dengan akun-akun lain di media sosial”, jelas Hariqo yang juga alumnus Pondok Modern Gontor ini.

Ketua Panitia kegiatan ini Hafyz Marshal menerangkan, Diskusi ini juga akan menghadirkan narasumber lain yaitu Bima Arya (Walikota Bogor), Dahnil Anzar Simanjuntak (Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah), Emanuel Herdyanto (Mantan Sekjend PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), Hariqo Wibawa (KOMUNIKONTEN) dan dimoderatori oleh Edrida Pulungan (novelis dan blogger)

“Terima kasih kepada berbagai organisasi dan komunitas yang siap hadir pada diskusi ini. Persiapan teknis terus kita matangkan, ini kerja bersama, kolaborasi khas komunitas anak-anak muda, nantinya akan lebih banyak dialog,” jelas Hafydz./hf/wh/(PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *