Gidot “Korupsi” Masyarakat Datangi Polda dan Gubernur

Spanduk Bergambarkan Bupati Bengkayang Terpilih, Dengan Mengeluarkan Tarik. Jadi Terdepan Dibawa Pendemo. / Foto : Devi Lahendra
Spanduk Bergambarkan Bupati Bengkayang Terpilih, Dengan Mengeluarkan Tarik. Jadi Terdepan Dibawa Pendemo. / Foto : Devi Lahendra

Reporter : Devi Lahendra
PONTIANAK  ! POSTKOTAPontianak.com — Ratusan masa yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Bengkayang menggelar aksi damai di Mapolda Kalbar dan Kantor Gubernur Kalbar.

Kedatangan mereka meminta agar Kapolda Kalbar menyeret koruptor di Kabupaten Bengkayang yang telah banyak merugikan keuangan negara dan mereka dalam orasinya juga meminta Gubernur Kalbar untuk nantinya tidak melantik Suryatman Gidot sebagai Bupati terpilih.

Masyarakat Bengkayang Gelar Aksi Damai Dikantor Gubernur Kalbar dan Mapolda Kalbar. / foto : Devi Lahendra
Masyarakat Bengkayang Gelar Aksi Damai Dikantor Gubernur Kalbar dan Mapolda Kalbar. / foto : Devi Lahendra

“Kami jauh-jauh datang ke Pontianak, semua ini bentuk dari kekecewaan kami degan para penegak hukum di Bengkayang yang sampai ini tidak berani menuntaskan kasus korupsi yang dilakukan oleh Bupati, maka untuk itu kami mendatangi Kapolda Kalbar dan Gubernur Kalbar untuk menuntut keadilan yang seadil-adilnya di Bumi Sebalo (Bengkayang-red), ” ucap Jumani, koordinator aksi demo, dalam orasinya di Mapolda Kalbar, Selasa (12/1/16).

Dikatakan Jumani dalam orasinya, sampai saat ini tercatat sebanyak 20 lebih proyek yang ada di Bengkayang tidak jelas pengerjaannya dan aliran dananya juga tidak jelas, belum lagi persoalan pembangunan rumah dinas Bupati yang sampai saat ini tidak terselesaikan.

“Kasus ini sudah sejak tahun 2010 tetapi tidak ada penyelesaiannya, padahal sejauh ini kasus tersebut sudah masuk sampai ke tingkat Pengadilan, tetapi hukum di Bengkayang mandul, ” teriaknya dalam orasi.

Menurutnya, jika Bengkayang ingin maju maka mereka meminta pihak terkait untuk menangkap Gidot dengan kroni-kroninya sesuai dengan catatan kasus maupun temuan korupsi yang menjerat.

“Kami mohon kepada Gubernur Kalbar untuk mendukung masyarakat Bengkayang dalam mengungkap kebenaran. Kami juga tidak ingin dipimpin Bupati yang korupsi, Bupati yang mengambil hasil kekayaan Bengkayang untuk kepentingan pribadi, ” pungkas Jumani. / *

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *