Gebyar Komunitas Momentum Antusiasme Berdemokrasi

Komunitas Sepatutnya Tak Disusupi Kepentingan Politik

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Fitriawan mengungkapkan, bahwa Gebyar Komunitas Depok 2015 ini, mengusung tema “Membangun Kota Depok Gebyar-komunitas-depok-2015 (Ist)Bersama Komunitas” sebab Komunitas merupakan salah satu stakeholder kami untuk saling berbagi informasi pembangunan. Selain itu, Komunitas merupakan komponen masyarakat yang penting untuk dilibatkan sehingga bisa ada rasa memiliki Depok dan berkontribusi secara lebih positif.

“Maka dari itu, pihak Diskominfo bekerja sama dengan Komunitas Muda Hijau (KaMuHijau) Depok dan Sahabat Depok. Artinya dari berbagai komunitas di Depok menggelar acara bertajuk Gebyar Komunitas Depok 2015 ini,” ungkapnya kepada wartawan Sabtu (21/11/2015), di aula Perpustakaan Umum Kota Depok, Jawa Barat.

Fitriawan menjelaskan, bahwa Gebyar Komunitas Depok 2015 menjadi momentum tepat bagi kalangan muda mendapatkan pesan Pilkada Depok. Tentunya, bukan pesan berbau kampanye namun untuk mendorong antusiasme pemilih untuk berdemokrasi bagi pembangunan Kota Depok.

 “Selain itu juga untuk bersama-sama menyukeskan pesta demokrasi di Depok pada 9 Desember mendatang, serentak bersama beberapa kota di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Talita Zahra, selaku Aktivis Komunitas Sosial mengingatkan, bahwa sejumlah 32 komunitas yang berada di Kota Depok ini. Maka dari itu komunitas sepatutnya tidak tersusupi kepentingan politik. Bila terjadi, hal itu bisa berbahaya.

Artinya mereka telah berani keluar dan bertemu teman-temannya dengan yang sama pandanganya. Mengeluarkan idenya dan membentuk komunitas yang sama-sama ingin memberi sesuai visinya masing-masing,” imbuhnya.

Talita juga menambahkan, bahwa visi merupakan bagian penting dalam sebuah komunitas. Visi menjadi acuan agar komunitas berjalan sesuai tujuan awalnya pendiriannya. Pasalnya, apabila sebuah komunitas diintervensi kepentingan politik, maka terancam goyah komunitas tersebut.

“Komunitas itu kan bukan milik pribadi, milik banyak orang. Apabila tercampur dengan politik, bisa berdampak negatif. Tetapi kalau dari awal tujuannya politik, ya tidak menjadi masalah,” ujarnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *