Gas Elpiji 3 Kg Subsidi Hilang Peredaran Dari Ketapang

KETAPANG –  keberadaan program pemerintah tentang meringankan beban masyarakat miskin itu sudah baik.

Dengan program gas bersubsidi yang di kelola oleh pangkalan atau kios kios penampung gas.yang di salurkan oleh partamina Ketapang.

Dengan harga gas elpiji 3 kilo ini hanya berkisaran 18-19 di tingkat pengecer di pangkalan baikpun di tempat warung -warung yang menjual gas elpiji 3 kg yang di bilang subsidi.

Namun dibelakangnya ini gas subsidi sudah mulai sulit di dapat entah apa penyebabnya masayarakatpun bertanya- tanayak dengan kelangkaan gas 3kg yang bertuliskan subsidi , bukan hanya itu saja gas subsidi yang 3kg pun di jual dengan harga selangit dengan dalih gas sulit di dapatkan ungkap salah seorang ibu rumah tangga Jubaidah warga suka Harjanto Kecamatan Delta Pawan ini .

Lamanya program pemerintahnya kalau memang tidak ada lagi jangan bilang mau di ganti atau di ubah dengan yang baru itu semua hanya akal-akalan saja. Sekarang ada lagi gas baru lima kg dan nanti hilang lagi kayak di telan bumi ,”ketusnya .

Dalam hal ini pemerintah kabupaten Ketapang melalui badan koprasi dan perdagangan Ketapang harus melakukan peninjau ulang terhadap kelangkaan gas elpiji 3 kg  bersubsidi agar penjualannya benar.

Tempat sasaran jangan di tampung di tempat yang punya ijin saja namun harus di salurkan kemanapun kesesatan dan kecamatan yang jelas berapa kebutuhan dan berapa koatanya dalam satu desa jangan asal salur saja, ungkapnya .

Harapan saya agar para pengepul dan agen yang nakal di tangkap karena itu subsidi dan bukan di jual bebas itu milik masyarakat kecil dan kurang mampu, ucapnya.

Jubaidah menambahkan bahwa saya melihat banyak gas elpiji 3 kilo subsidi tidak tetap penyalurannya karena gas elpiji 3 kg mempunya kayu.

Harus diisi oleh agen atau tempat selama ini penyalurannya tidak tepat sasaran karna kartu yang di berikan tak pernah di tanya agen baikpun pangkalan gas subsidi tegasnya./ras/m yusuf.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *