Gara Gara Sengketa Tanah Warga, DAD Lumar Turun Tangan

BENGKAYANG,Post Kota Pontianak-Gara gara sengketa tanah,belasan masyarakat dusun Jelatok Desa Seren Selimbau mendatangi sekaligus meminta Kepala Adat Kecamatan Lumar turun tangan mediasi terkait permasalahan dugaan adanya jual beli lahan seluas 42,3 hektare kepada pihak perusahaan.

Pada pertemuan itu sejumlah warga dusun Jelatok Desa Seren Selimbau menggelar musyawarah penyelesaian masalah adanya dugaan penjualan lahan milik masyarakat kepada pihak perusahaan tanpa sepengetahuan warga setempat.

“Pertemuan antara DAD Kecamatan Lumar dan belasan Warga dusun Jelatok Desa Seren Selimbau digelar bertempat di aula sekretariat DAD Kecamatan Lumar pada Sabtu (18/1/2020) pagi lalu, dan musyawarah di pimpin langsung oleh saya selaku ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Lumar,” terang Esidorus, Saat dihubungi Senin (20/1/2020)

“Memang saat ini saya menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Bengkayang dan juga mengambil peran fungsi sebagai ketua DAD kecamatan Lumar.

“Kedatangan belasan warga Dusun Jelatok Desa Seren Selimbau dalam rangka menyelesaikan sengketa lahan seluas 42,3 hektare yang di duga di jual oleh seseorang kepada pihak perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Lumar, namun demikian kebenaran informasi itu masih kami dalami,” jelas Esidorus yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bengkayang ini.

“Dan dengan adanya permasalahan ini, maka kami gelar untuk menyelesaikan permasalahan ini secara adat untuk menyelesaikan pekara ini secara kekeluaragaan, namun sangat di sayangkan dalam musyawarah yang sangat baik ini pihak yang di duga menjual lahan tersebut tidak menghadiri undangan musyawarah yang telah di sampaikan oleh Ketua DAD Kecamatan Lumar.

Esidorus menambahkan, selaku Ketua DAD Lumar, pihaknya masih mengupayakan melayangkan undangan musyawarah kepada yang bersangkutan untuk yang kedua kalinya.

Dan apabila undangan musyawarah yang kedua tidak di indahkan oleh yang bersangkutan maka dirinya sebagai ketua DAD Kecamatan Lumar akan menyerahkan persoalan dugaan jual-beli lahan ini kepada pihak Kepolisian.

Dalam musyawarah yang dihadiri oleh Kapolsek Lumar IPDA Sunarli ini Ketua DAD Kecamatan Lumar Esidorus meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak meneruskan pekerjaan pembukaan lahan yang menjadi sengketa sampai yang diduga menjual lahan masyarakat tersebut bertanggung jawab atas perbuatannya,” ucap Esidorus tanpa merinci siapa oknum yang diduga telah menjual lahan milik warga Dusun Jelatok kepada pihak Perusahaan PT.PSA.

Kepala Desa Serem Selimbau Alam Bertus menyampaikan,” Adanya dugaan terjadi Jual-Beli lahan warga Dusun Jelatok Desa Serem Selimbau Kecamatan Lumar yang dilakukan oleh oknum tertentu, maka hari ini digelar Bahaump atau Musyawarah Mufakat yang dilakukan secara Adat terlebih dahulu..

“Musyawarah dilakukan antara Warga yang tanahnya merasa dijual, Pihak perusahaan yang membeli lahan dan juga warga yang di duga telah menjual lahan kepada pihak Perusahan.

“Namun belum bisa diselesaikan dengan kata sepakat, sebab pihak yang diduga telah menjual lahan kepada pihak perusahaan tidak menghadiri pertemuan, ” ucap Alam Bertus

Sementara itu humas perkebunan kelapa sawit PT. Perintis Sawit Andalan (PSA) Roni mengaku kecewa atas ketidakhadiran orang yang diberi kerpercayaan oleh perusahaan untuk mengurus bagian pelebaran lahan kebun yang sudah sesuai dengan ijin yang telah di kantongi oleh perusahaan seluas 42,3 hektar.

Roni mengungkapkan,pihak managemen Perusahaan di lapangan hanya mengetahui lahan seluas 42,3 hektare itu telah di bayar lunas oleh managemen pusat kepada orang yang dipercaya mengurus pelebaran kebun dengan nilai Rp.11 juta per hektare,” jelas Roni.

Penulis : Nadi.

Publish : PostKotaPontianak.com/Ant PKP.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *