Gadis Penjual Sayur Keliling di Kefamenanu di Perkosa Seorang Bapak Rambut Putih

TIMUR TENGAH SELATAN ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Seorang gadis belia MI (13) asal desa Oenino

Ilustrasi./ist
Ilustrasi./ist

kecamatan Bikomi Tengah kabupaten Timor Tengah Utara yang baru tiga hari mengikuti tantenya Siska Kolo berjualan sayur, menjadi korban perkosaan seorang pelanggan Siska.

Pelaku adalah seorang bapak yang sudah berkeluarga, memiliki 3 orang anak dan selama ini berlangganan membeli sayur ke Siska.

Kejadian berlangsung Jumat siang (3/12) di rumah pelaku ED (65) di Jl.Cendana Kampung Baru, kelurahan Aplasi Kefamenanu, Timor Tengah Utara, namun korban baru mengakui kepada orang tuanya pada Rabu (02/12).

Korban yang tidak pernah bersekolah ini mengaku, saat dirinya dan tante Siska mendatangi rumah itu, tidak ada siapa – siapa di sana selain pelaku “ED” dan seorang anak laki-laki.

Saat itu ED yang sudah dikenal baik dan terlihat akrab dengan tante Siska mengajak MI masuk ke dalam rumah. Saat berada di dalam rumah, ED meminta ijin ke Siska untuk “main” dengan korban.

Seperti sudah mengerti keinginan pelaku, korban yang tidak tahu apa – apa langsung ditarik Siska pada pergelangan tangan kiri dan menggiring masuk ke sebuah kamar. Sementara Siska sendiri juga langsung masuk ke kamar sebelahnya dengan seorang laki-laki yang belum dikenal korban.

Saat berada dalam kamar, pelaku langsung melucuti seluruh pakaian pada tubuh korban kemudian memperkosanya.

“Waktu di sana bapak itu bilang, mari bawa dia ke sini saya main dengan lu punya adik. Abis tante Siska langsung tarik tangan kiri saya dan paksa saya masuk ke kamar bapak tua rambut putih itu. Sampai di dalam, bapak itu langsung buka semua baju saya dan perkosa saya. Waktu saya keluar tante Siska ada dengan laki – laki lain di dalam kamar sebelah. Saya tidak kenal mereka. Tidak lama tante Siska keluar baru bapak rambut putih itu bilang, terimakasih sudah kasih adik main dengan saya. Dan tante Siska jawab ya, sama – sama. Abis kami langsung pulang”, kisah korban saat ditemui di depan ruang RPK Polres TTU.

Sementara kedua orang tua korban yang terus mendampingi korban juga mengaku kaget saat anaknya mengeluh sakit di bagian bawah perut sampai tak bisa jalan.

“Waktu itu saya sementara timba air ke kali anak saya ikut ke kali dan menangis kesakitan kemudian mengaku sakit di bagian bawah perut, saya tanya kenapa dan dia baru ceritakan semuanya beberapa hari kemudian setelah sakitnya makin parah. Setiap dia kencing pasti berteriak kesakitan. Kasian anak ini, dia baru tiga hari berjualan sayur diajak Siska tapi sudah diperkosa. Sadisnya lagi, tantenya sendiri yang memaksa dia melayani pak tua itu. Meski antara kami dan Siska masih ada hubungan keluarga, kami mau kasus ini diproses terus sampai tuntas”, ungkap ibu korban Sabina Elu didampingi suaminya, Alfonsus Ite.

Bripda Lola Bistolen dari bagian PPA Polres TTU yang menangani kasus tersebut membenarkan adanya kejadian tersebut. Bripda Lola mengatakan, sesuai hasil visum dokter RSUD Kefamenanu menunjukkan korban mengalami luka robek dalam dan kondisi kemaluan korban mengalami iritasi berat.

“Kami sementara menangani kasus perkosaan yang korbannya adalah anak di bawah umur. Korban diperkosa sebanyak dua kali oleh pelaku pada jam 12.00 wita. Dari PPA sudah mendampingi korban guna menjalani visum dan hasilnya korban mengalami luka robek pada dinding vagina dengan arah 5 dan arah jam angka tujuh. Hingga kini bagian RPK masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. Beberapa barang bukti yang diamankan bagian PPA polres TTU, yakni satu buah celana pendek yang saat itu dikenakan korban, satu buah baju kaos bergaris kuning dan satu lembar celana dalam berwana merah”, jelas Bripda Lola Bistolen.

Sambungnya,”Siska yang turut membawa korban ke pelaku sudah kami tahan guna menggali keterangan lebih lanjut akan keterlibatannya dalam kasus ini, sementara pelaku masih dalam target operasi”.

Menurut Bripda Lola, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di kabupaten TTU cukup tinggi untuk beberapa bulan terakhir ini, terbukti dengan banyaknya laporan yang diterima./*

Laporan : Dance Henukh-NTT


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *