Fenomena Penipuan Terorganisir Berkedok Raja

HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo bani sultan Sulaiman Al Fatani, kadang heran  teman-teman saya ngaku raja (Tanpa manfaat yang jelas). Pada sibuk mempersoalkan keaslinya orang yang  tidak disukainya dengan cara logis banyak-banyaknya mempersoalkan dan yang dipersoalkan sama sama sikapnya.

HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo bani sultan Sulaiman Al Fatani./ ist

Contoh katanya, Komunitas  A  yang mengklaim dirinya komunitas yang isinya asli menuding komunitas  B  isinya abal-abal, padahal diantara keduanya ada juga abal-abalnnya, parahnya lagi ada 9 komunitas di sini yang ngaku wadah raja asli hehe.

Selain itu yang lebih parah adalah oknum asli yang ikut jual harga dirinya buat  ngakui yang abal-abal yang ngaku raja, dengan berbagai motivasi seperti pejual penghargaan, dukun, jual pusaka, pencairan harta karun, beber  Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo yang juga bergelar Pangeran Kapita Yang Terutama Kepangeranan Chandrarupanto Patani Shri Tiworo.

Lanjut dia, munculnya si abal-abal adalah tidak mungkin tanpa campur tangan si oknum asli, maka yang dosa yang pengkhianat adalah oknum asli. “ Yuk kita berkaca cara Sayyidina Umar (yang jauh lebih hebat dan mulia dari seluruh raja saat ini) dalam upaya menjalankan keadilan,”.

Pernah suatu ketika ada orang kaya-raya majikan yang pelit yang melaporkan untanya di curi budak miskin yang kelaparan, dalam hukum islam mencuri harus di potong  tangan. Namun setelah umar sangat hati-hati memutuskan persoalan, dia mempelajarinya  detail  hingga bertemu jawaban pemicu pencurian itu adalah sebab kepelitan sang  majikan, maka Umar menjatuhkan denda pada majikan yang memicu budaknya mencuri dengan denda 800 had, ujarnya.

Jadi kalau ada raja abal-abal merugikan masyarakat yang harus di hukum bukan si abal-abal saja ,tapi si oknum asli yang merestui ke abal-abal.

Sejarah bangsa ga’  boleh di rancukan,  syukur di di alam Republik ini, kita di ijinkan pemerintah melestarikan unsur budaya dan cagar budaya ,tapi jangan malah kita kebablasan mau dengan munculnya ratusan orang klaim raja , jelas Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo .

Katanya, hanya bermodalkan legitamasi dari komunitas yang klaim dirinya wadah para raja, lantas merasa layak menjadi raja baru di alam republik ini.  Komunitas atau ormas itu secara struktural adalah di bawah Pemerintah sekarang.  Sedangkan kerajaan itu adalah salah satu unsur yang mendukung lahirnya pemerintah sekarang.

Jika ada komunitas mau lahirkan raja ?  apakah tidak sama dengan cucu yg mau lahirkan kakeknya ?

Kerajaan yang asli hendaknya berfokus saja pada bagaimana menjadi mitra yang baik dari pemerintah sekarang dan oknum asli jangan gampang memberikan legitimasi dalam bentuk apapun pada siapapun yang klaim dirinya raja disuatu daerah yang tak ada kerajaannya.

Salam hormat dan salam bahagia dari saya yang masih bodoh dan berupaya bijak, imbuh HRH.Tengku Pangeran Abdullah Ali Chandrarupa Wibowo bani sultan Sulaiman Al Fatani       Bergelar Pangeran Perbawa Budaya Kerajaan Mempawah./*

Publish : abe PKP/ Postkotapontianak.com


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *