Enam Tersangka dan Barang Bukti di Hadirkan Dalam Konferensi Pers, Ungkap Kasus Curhat dan Penipuan

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH – Kasat Reskrim Polres Mempawah Polda Kalbar,IPTU Muhammad Resky Rizal.Rabu kemaren (29/4/2020),memimpin Konferensi Pers pengungkapan kasus diwilayah hukumnya Polres.

Enam tersangka dan barang bukti dihadirkan dalam konprensi Pers tersebut,dengan mendapat pengawalan exstra dari kepoliasan setem pat dalam,dua kasus yang berbeda yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) dan penipuan.

Yang pertama yakni curat di Mess PT WIKA di Kecamatan Sungai Kunyit. Pelaku pencurian sebanyak empat orang. Kemudian, kami juga mengamankan satu orang lainnya selaku penadah yang membeli barang curian,” ujar IPTU Muhammad Resky Rizal.

Kasat mengatakan, empat pelaku pencurian beraksi dengan menggunakan sepeda motor. Para pelaku ini menyelinap masuk ke Mess PT WIKA dan mengambil satu unit mesin air. Pelaku mengangkut mesin air dengan sepeda motor dan meninggalkan TKP.

“Setelah berhasil membawa kabur mesin air, para pelaku menjualnya kepada seorang penadah. Dari hasil penjualan barang curian itu, para pelaku mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta dan dibagi rata sesuai porsi masing-masing,” ungkapnya.

Setelah identitas para pelaku terungkap, petugas Polres Mempawah melakukan penangkapan di sejumlah lokasi berbeda. Keempat tersangka ini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Selain kasus curat,juga Kasus peni
puan pelakunya adalah MY modus operandi yang dilakukan MY adalah menjanjikan Korban, Syaifullah dapat lolos menjadi karyawan PT Indofood di Sungai Duri.

Pada hari yang telah ditentukan,23 Maret 2020 ,MY bersama korban berkendara menggunakan sepeda motor milik korban.
Ada juga dua orang saksi lainnya yang ikut berkendara dari Desa Sungai Purun Kecil menuju ke PT Indofood di Sungai Duri,” katanya.

Sesampainya di Sungai Pinyuh, pelaku MY meminta uang sejumlah Rp 500 ribu. Dengan dalih, uang itu akan digunakan untuk membeli seragam kerja untuk korban ketika nanti bekerja di PT Indofood.

“Tapi korban hanya memiliki uang Rp 150 ribu dan uang tersebut diberikan kepada MY,” ujarnya.

Kemudian, MY dan korban melanjutkan perjalanan menuju ke PT Indofood di Sungai Duri. Setibanya di Pantai Ancol Mempawah, MY meminjam sepeda motor dan handphone milik korban. MY beralasan ingin menjemput rekannya di wilayah Kuala Mempawah. Saat itu, MY juga meminjam handphone korban dengan alasan handphone miliknya lowbatt.

“Setelah itu, MY kabur dan tak pernah kembali. Dari hasil penyelidikan, MY berada di wilayah Segedong. Saat akan ditangkap, pelaku MY sempat melakukan perlawanan. Petugas harus melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan MY.

Dari konfrensi Pers juga dijelaskan kasat Reskrim bahwa MY sudah melakukan beberapa kali,seperti dikuala Pasir wansalim kecamatan mempawah timur dua kali melakukan penipuan barang bukti dijual ke perhuluan korban tidak melapor.
Sedangkan kejadian diCafe Ancol
desa senyabang dapat diungkap tim Jatanras./*

(MN/DN).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *