Edukasi Kepada Warga Cegah Karhutla, Pasang Sekat Basah Pada Lahan Gambut

POSTKOTAPONTIANAK.COM

PONTIANAK KALBAR – Tanggap Bencana antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rentan terjadi selama musim kemarau, Personil Ops Bina Karuna Kapuas 2020 Polsek Pontianak Utara melakukan kegiatan pembuatan Sekat Basah dilokasi rawan karhutla jalan Perdana Ujung (jalan Pak Juntak) Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara. Minggu (26/07/2020)

Kegiatan dipimpin langsung oleh AKP Parman beserta 20 personil Ops. Bina Karuna Kapuas 2020 Polsek Pontianak Utara, Babinkamtibmas Bansir Darat, Babinkamtibmas Paret tokaya, Anggota Polsek Pontianak Selatan, dan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Bansir Darat, Lurah Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara dan staf serta masyarakat pemilik lahan.

“Adapun lokasi dijalan Perdana Ujung (jalan Pak Juntak), sekat basah yang berhasil di buat sepanjang 1 km x lebar 1 meter dan membuat 1 buah tanggul air ukuran 1,5 meter x 1 meter, dengan tujuan pembuatan sekat basah tersebut untuk membendung air untuk dijadikan embung atau persediaan air untuk penanggulangan apabila terjadi kebakaran lahan,” ucap Waka. Kapolsek AKP. Parman.

“Upaya pencegahan karhutla ini salah satunya dilakukan dengan membuat sekat basah dikawasan lahan gambut yang sering terjadi kebakaran, hal ini karena kita berkaca dari tahun sebelumnya untuk mencegah kebakaran dan mengantisipasi luasan lahan yang terbakar, di musim kemarau,” ucapnya.

“Semoga dengan sudah diidentifikasi titik-titik rawan kebakaran jadi mempermudah bagi personel dalam mengantisipasinya kedepan,” harap Waka. Kapolsek Pontianak Utara AKP. Parman.

Usia kegiatan disambangi Kasi. Humas Polsek Pontianak Utara Iptu. Hamdani katakan bahwa dari hasil pemetaan api kerap berasal dari zona-zona tersebut, tak hanya membuat sekat basah, pihaknya juga mengedukasi warga yang tinggal di sekitar jalan Perdana Ujung agar dalam membuka lahan untuk bertani dan berkebun jangan dilakukan dengan cara mrmbakar.

“Kami edukasi tentang pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) kepada warga sekitar jalan perdana ujung karena ajan berdampak negatip dengan terjadinya kebakaran lahan,” ucap Iptu. Hamdani.

“Adapun edukasi dan sosialisasi tersebut tengah ditingkatkan karena di sejumlah titik lokasi rawan karhutla, karena dengan situasi saat ini tak bisa dibilang aman walaupun curah hujan tidak dapat dipastikan, karena iklim sekarang sering berubah-ubah dan tidak dapat dipastikan,” jelasnya.

“Kepada warga agar bisa mengikuti anjuran yang sudah disampaikan agar kita semua bisa selamat dan terhindar dari bencana kebakaran lahan,” harap Iptu. Hamdani./*GN/D1N-PKP).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *