Dugaan Pungli Penerimaan Siswa Baru Tahun 2015 di SMAN 1 Nanga Pinoh

POSKOTAPONTIANAK.COM ! MELAWI-Disejumlah Sekolah Negeri yang ada di kabupaten Melawi, terindikasi melakukan

daftar bayar formulir .50 ribu rupiah./jon-frn
daftar bayar formulir .50 ribu rupiah./jon-frn

pungutan liar kepada seluruh Calon SISWA/I mulai dari Sekolah menengah Pertama ( SMP ) dan sekolah Menengah Atas dan sederajat ( SMA/SMU/SMK ).

Selasa 24 Juni 2015, beberapa Media yang tergabung, mendatangi salah satu Sekolah yang ternama berstatuskan Negeri di kabupaten Melawi, untuk mempertanyakan kepada pihak Panitia Penerimaan Siswa/i, baru tentang prosedur penerimaan karena di “Surat Edaran” tidak ada dicantumkan Biaya pengambilan Formulirnya, sebab banyak masyarakat merasa kecewa tapi kekecewaan mereka itu tidak berani untuk menyampaikannya langsung kepada pihak sekolah atau kepada pihak panitia penerimaan Siswa/i, baru tahun 2015-2016.

Sementara kekecewaan mereka itu hanya di sampaikan ke pada Pihak media.

Setelah mendengar keluh kesah dan kekecewaan itu pihak media langsung mendatanggi pihak panitia penerimaan Siswa/i, baru Tahun 2015-2016, karena pada saat itu Kepala Sekolah tidak ada ditempat, dan pada saat itu kegiatan penerimaan Siswa/i baru masih berlangsung, maka diperoleh ketarangan, dan ternyata apa yang dikatakan oleh salah satu orang tua dari calon Siswa/i, itu benar adanya, karana kami langsung ke tempat atau sekolah yang dimaksud, SMA/SMU NEGERI NO 1 NANGA PINOH.

Dari salah satu keterangan warga yang tidak bersedia namanya di media,untuk ditulis di media, mengatakan saya sangat kecewa dengan adanya biaya yang dikeluarka pada saat pengambilan formulir saat itu karena di skejulnya tidak ada tertera biaya, dan Standar Nilai untuk di terima pada saat mendaftar walau pun sistemnya harus dites, apa tidak memungkinkan untuk memberikan peluang kepada orang yang mempunyai uang atau Oknum supaya anaknya di terima bersekolah di situ dengan melewati pintu belakang yang diistilahkan menggunakan Uang.

Dengan kesal tambahnya, jadi bagaimana kalau seandainya Siswa/i, menpunyai prestasi yang cukup atau perestasinya lumayan tapi tidak mempunyai uang walaupun pada saat tes anak itu lulus dengan nilai bagus ini tidak menuntut kemungkinan nama anak itu akan di hapus dan diganti dengan nama anak yang mempunyai uang banyak, cetus dia.

Dan juga sempat saya berpikir bahwa pada saat anak saya mengambil fomulir kemarin tidak percaya kalau anak saya membayar uang pengambilan formulir tersebut dipungut biaya atau membayar Rp.50.000.

Heranya, pihak panitia tidak memberikan bukti tanda terima (kwitansi) untuk sebagai bukti pembayaran, ternyata hanya modus untuk mencari keuntungan melakukan pungutan kepada para calon Siswa/i yang mendaftar.

Masih menurut sumber, dengan muka muram menahan kekesalanyan. Coba dihitung Rp. 50.000 rupiah dikalikan dengan jumlah Calon Siswa/i yang mengambil formulir berapa keuntungan mereka.

Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, diperoleh keterangan dari Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan siswa/i, baru 2015-2016, sebut saja namanya “Pak. Triyono, SPd. ” Membenarkan bahwa di dalam pengambilan “FORMULIR”, tersebut di Pungut biaya Rp. 50.000/Calon Siswa/i.

Dikatakan, karena dari pihak Sekolah tidak mau mengeluarkan DANA atau ANGARAN sepeser pun dalam pelaksanaan tersebut. Sementara jumlah Panitia tersebut melibatkan kurang lebih 53 anggota, hanya melibatkan Dewan Guru tidak melibatkan Anggota Komite Sekolah.

Dihadapan para wartawan saat itu tanggal 24 Juni 2015, sekitar jam 11: 30 wita, Pak Triyono, Menyampaikan bahwa jumlah Formulir yang sudah laku sekitar 620 FORMULIR dari tanggal 22 – 23 juni 2015 belum termasuk Formulir untuk tanggal 24 Juni 2015. Karena pada tanggal 24 Juni 2015 penjualan FORMULIR masih berjalan.

Keterangan dari “Ibu RIA” juga membenarkan bahwa adanya punggutan sebesar Rp 50,000 rupiah/Calon Siswa/i, dikarenakan Dari pihak Sekolah tidak mau mengeluarkan DANA Operasional penerimaan calon Siswa/i di SMA/SMU Negeri No. 1 NEGERI NANGA PINOH “ sementara setiap Siswa/i yang Sekolah di situ dikenakan biaya KOMITE berseri Untuk Kelas I,(satu) lain jumlahnya terus untuk Kelas II.(dua), lain apalagi yang kelas III.(tiga). Dikalikan degan jumlah Siawa yang sekolah di situ mulai dari Kelas I (satu) sampai degan Kelas III ( tiga) berapa jumlahnya, itu hanya diketahui oleh pihak sekolah saja.

Keterangan yang didapat dari Kepala sekolah SMA/SMU Negeri I Nanga Pinoh, pada tanggal, 29 juni 2015, diruang kerjanya juga membenarkan adanya punggutan tersebut” dan hal itu sudah menjadi tradisi di Sekolah dan disamping itu juga beliau menjelaskan tentang prestasi dari Siswa/i, SMA/SMU Negeri I Nanga Pinoh, sampai ke tingkat Provinsi.

Padahal, pertanyaan dari para sejumlah wartawan saat itu bukan masalah prestasi, tapi masalah pungutan liar yang terjadi di Sekolah itu, dan saat itu Kepala Sekolah selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali para wartawan menyampaikan pertanyaan.

Salah satunya, kenapa pada saat rapat pembentukan panitia penerimaan Siswa/i, baru tidak melibat anggota Komite ?

Dan kenapa di dalam brosur formulir tidak dicantumkan biaya pengambilan formulir ?

Kenapa pihak Panitia tidak menyiapkan kwitasi pembayaran sebagai tanda bukti yang sah ?

Mengapa setiap kali penerimaan Siswa/i yang baru selalu melakukan punggutan kepada Calon Siswa/i ?

Kesimpulan yang didapat dari jawab oleh ketua Panitia dan Kepala Sekolah, “ sangat di sayangkan dan dikesalkan, salah satu Sekolah Ternama dan Terkenal Serta Terkemuka di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi yang di saat pengambilan FORMULIR Fendaftaran penerimaan Siswa/i, baru melakukan Pungutan Liar (PUNGLI)./Jon&Frans Somil

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *