Dugaan Penyimpangan Dana ADD, Ratusan Warga Datangi Kantor Desa Bekut

Ratusan warga Desa Bekut Kec.Tebas Kab. Sambas datangi kantor Desa pertanyakan ADD./ lux-PKP
Ratusan warga Desa Bekut Kec.Tebas Kab. Sambas datangi kantor Desa pertanyakan ADD./ lux-PKP

TEBAS ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Kamis 24 Desember 2015 sekitar pukul 07.00 wb, lebih dua ratusan warga desa Bekut datangi Kantor Kepala Desa Bekut Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, guna mempertanyakan kemana saja penggunaan Alokasi Dana Desa diarahkan, hal ini terungkap sehubungan dengan pernyataan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sudirman yang mengaku sudah 2 tahun belakangan ini Kades Bekut tidak pernah berkomunikasi kepada kami menyangkut penggunaan dana desa.

Dari dua ratusan warga desa tersebut terdiri dari Forum Masyarakat peduli desa diketuai oleh H.Joko dan berbagai elemen serta tokoh tokoh haji serta pemuka masyarakat termasuk pemuda dan ibu rumah tangga. Mereka menilai selama 8 tahun ini sang Kades yaitu Bujang Saleh melupakan visi dan misinya dan sudah mulai tidak transparan dalam penggunaan Dana Desa Bekut.

Adapun materi yang dipertanyakan mereka yaitu belanja Jasa Kantor sebesar Rp.4 juta, Rehab Gedung atau kantor desa Rp.50.juta, belanja pemeliharaan jembatan Rp.66 juta, belanja pengingkatan pembangunan jalan(rabat beton) Rp.20 juta, Peringatan Hari Besar Islam Rp.5 juta, belanja Panhut RI Rp.10 juta, dengan total nilai Rp.159.500.000,-(Seratus Limapuluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah).

Dalam sesi dialog Kepala Desa Bekut Bujang Saleh memohon maaf pada masyarakat karena tidak transparan dan itu saya akui, terang Bujang, namun penggunaan dana desa tahun anggaran 2015 akan saya pertanggungjawabkan secara hukum dan akan saya laporkan secara akuntabel pada BPD dan seluurh masyarakat janji sang Kades ini.

Saya tidak ada niat untuk memakai secara pribadi uang dana desa itu. Selain saya sebagai Kepala Desa saya juga sebagai kontarktor dan saat ini proyek yang saya tangani sebanyak 18 proyek sambil memperlihatkan setumpuk uang ratusan juta rupiah didepan ratusan warga desanya, namun aksi sang Kades mendapat teriakan sinis oleh beberapa masyarakat yang hadir membeludak tersebut.

H.Joko selaku Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa mengaku tidak percaya apa yang dipaparkan oleh kepala Desa Bekut. “ Kami akan meneliti lebih dalam lagi,”ujarnya.

sementara salah satu anggota BPD bersikeras lebih baik memilih melaporkan kasus ini pada kepolisian, agar jelas duduk persoalannya.

Hal lain yang sangat mencurigakan menurut Nazarhan Spd dan tokoh pemuda Fadhi adalah pembelian traktor, sementara desa lain mendapatkan hand traktor secara gratis dari Dinas Pertanian, kok kita membeli, apakah ini benar ? kesalnya dihadapan beberapa awak jurnalis.

Untuk hari ini kami redam dulu namun kami akan terus menelusuri kebenarannya,dan apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum atau penyalahgunaan kekuasaan dalam penggunaan anggaran Dana Desa ini kami akan melanjutkannya ke ranah hukum, pungkasnya bersama rekan rekan pemuda desa Bekut. (Luk)/ PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *