Dua Tantangan Tugas Polri, Demokratisasi Dan Globalisasi

Bandung – postkotapontianak.com

Kabid Kum Polda Jabar Kombes Pol. Dr. Yoslan, S.H.,M.H., yang diwakili oleh Kaur Penyuluhan Hukum Subdit Luhkum Bidang Hukum Polda Jabar Kompol Agus, S.H.,M.H., mengatakan pengaruh berita bohong atau hoaks sangat besar sekali pengaruhnya terhadap situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Jabar. Demikian disampaikan Kompol Agus, S.H.,M., dalam acara talkshow disalahsatu radio di Kota Bandung, Kamis (27/02).

Oleh karena itu, Lanjut Kompol Agus, S.H.,M.H., masyarakat harus berhati-hati dengan berita bohong yang terdapat di media-media sosial. Keberadaan para tokoh agama memiliki pengaruh, disegani dan dihormati di lingkungan masyarakat sebagai panutan untuk menyisir berita-berira bohong. Hal ini dikarenakan mereka mampu memberikan pandangan/pendapat dan solusi, serta mampu merekatkan atau mendamaikan hubungan antar sesama masyarakat melalui pesan-pesan kamtibmas yang mudah diterima dan dirasakan oleh masyarakat dengan menggunakan pendekatan sosio kultural religius dan sentuhan hati nurani yang bernuansa agamis.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan selain itu tokoh agama mempunyai tugas yang sangat penting dan mulia dalam menyebarkan dan mengajak kebaikan serta mencegah atau menghilangkan hal-hal negatif di masyarakat. Seperti di dalam frasa Bahasa Arab yang sering kita dengar, amar ma’ruf nahi munkar. Begitu halnya dengan peranan media dalam menyampaikan berita atau informasi yang benar kepada masyarakat sehingga terwujud situasi yang damai dan kondusif.

Kompleksitas tantangan tugas yang dihadapi oleh Polri saat ini tidak dapat dipisahkan dari 2 fenomena besar yang terjadi dalam kehidupan manusia, yaitu demokratisasi dan globalisasi. Demokratisasi yang melanda dunia telah memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap orang untuk terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Realitas ini membawa dampak terhadap keberadaan hak berpolitik kebebasan menyampaikan pendapat serta tuntutan akan HAM dan supermasi hukum. Pada waktu yang bersamaan globalisasi yang terjadi juga telah membuat dunia menjadi tanpa batas dan menghasilkan perubahan besar dalam semua aspek kehidupan manusia.

Pada aspek keamanan kedua fenomena tersebut telah memunculkan beberapa implikasi negatif di masyarakat.seperti munculnya ragam kejahatan berdimensi baru, serta pemanfaatan negatif dari media sosial maupun media online untuk penyebaran ujaran kebencian ataupun hoax yang meresahkan masyarakat.(Aura).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *