Dua Anak Perusahaan Milik Cargill Group Disegel

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(KETAPANG) – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono didampingi perwakilan TNI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dan Pemda Ketapang kembali melakukan penyegelan terhadap perusahaan perkebunan yang dinilai lalai lantaran terjadi kebakaran dilahannya.

Kali ini PT Harapan Sawit Lestari (HSL) dan PT Ayu Sawit Lestari (ASL) yang merupakan anak perusahaan PT Cargill Grup disegel dan sedang dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat dikonfirmasi mengaku penyegelan dilakukan lantaran pihaknya menilai Dua anak perusahaan PT Cargill yang terletak di Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang telah lalai sehingga terjadi Karhutla di lahan mereka.

“Penyegelan ini dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan,” ungkapnya, Selasa (24/9).

Dilanjutkannya, kalau penyegelan dilakukan di dua lokasi milik PT Harapan Sawit Lestari (HSL) yang lahan terbakar kurang lebih 17 Hektar dan PT Ayu Sawit Lestari (ASL) sekitar 6 hektar

“Ini perusahaan milik asing milik Amerika PT Cargill,” akunya.

Menurutnya, dalam penanganan kasus Karhutla diakuinya ada terobosan yang sangat spektakuler dari Gubernur Kalbar mengenai Peraturan Gubernur 39 tahun 2019 mengenai sanksi komulatif dan sanksi administrasi.

“Terobosan ini sangat baik, karena ada sanksi komulatifnya mulai dari pidana dan denda serta sanksi administrasi apabila lalai maka izin konsesinya dibekukan selama 3 tahun kemudian kalau terbukti ada unsur kesengajaan dibekukan 5 tahun dan jika berulang kali maka izinnya dicabut sehingga tidak bisa berusaha lagi,” tuturnya.

Ia mengaku, akibat Karhutla mengakibatkan kabut asap yang parah dan benar-benar merugikan semua pihak dalam berbagai aspek mulai kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup serta perekonomian.

“Untuk itu penanggulangan perlu kerjasama semua pihak termasuk masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di iklim musim kering seperti saat ini,” harapnya.

Sementara itu, Kades Asam Besar, Kecamatan Manis Mata, Robertus Mamang, mengaku menyambut baik atas penyegelan yang dilakukan Kapolda Kalbar.

“Pak Kapolda sudah melihat langsung lahan di konsesi PT HSL yang terbakar, namun yang menjadi pertanyaan kita kenapa bisa terbakar di dalam izin lokasi atau HGU PT HSL,” akunya.

Ia berharap, dengan kejadian ini pihak perusahaan lebih peka dan berkomunikasi dengan baik ke jajaran hingga tingkat Desa karena beberapa saran yang pernah disampaikan pihaknya seolah diabaikan perusahaan.

“Seperti embung kita sudah sarankan, tapi embung yang ada dan ditunjukkan ke Kapolda adalah embung kecil untuk penyiraman bibit saja, terus Damkar hanya 2 untuk 10 estate tentu itu tidak maksimal,” tukasnya. (Oes)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *