Drs Aris Hartono : Dokumen nota angkutan dari KSU Mekar Sari hanya untuk kayu hasil hutan hak,bukan kayu hasil ilegal logging

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Kalbar (Melawi) – Berkenaan dengan pemberitaan salah satu media online nasional melalui narasumbernya Rudi HR warga Nanga Pinoh,terkait tudingan adanya Dokumen Ganis PHPL sudah Vakum satu tahun,ilegal logging marak di Melawi dan Dugaan Aktivitas ilegal logging dan Dokumen Bodong di Melawi Aparat di minta tindak tegas, Berkaitan dengan pemberitaan tersebut Ketua Koperasi Mekarsari Drs, Aris Hartono Salah satu KSU di Kabupaten Melawi yang di ketahui sebagai salah satu penerbit Dokumen Nota angkutan Ganis PHPL di Kabupaten Melawi, saat di temui di Kantornya KSU Mekar Sari Komplek Pasar Baru Desa Paal, pada Selasa (22/10/2019) sore dirinya menjelaskan kepada Wartawan media ini.

“Perlu saya jelaskan sejak setahun lalu KSU Mekar sari telah memiliki legalitas sebagai salah satu penerbit Dokumen Ganis PHPL Dari Pusat pendidikan dan pelatihan SDM Lingkungan hidup dan Kehutanan, kementrian lingkungan hidup Nomor : ST.6,525/T/NA/Pusdiklat SDM LHK-II/2018 Di terbit kan di Bogor pada tanggal 20 Oktober 2018, Atas Nama Bayu Bentar Arminto.

Dalam hal ini Aris menjelaskan apa yang menjadi tudingan terkait Beredarnya dokumen bodong yang di duga di gunakan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab terkait terkait kayu kayu ilegal, dirinya menampik tuduhan tersebut,menurut Aris Dokumen Aangkutan yang di keluarkan oleh KSU nya dan telah berjalan selama kurang lebih satu tahun ini di keluarkan hanya khusus untuk dokumen akutan kayu olahan hasil hutan ikutan atau hutan hak dan hutan budidaya masyarakat, dan jenis kayu tersebut seperti yaitu, kayu Durian,Kayu Jabon,kayu Sengon dan Kayu jenis Buah buahan lainnya yang di lengkapi oleh surat asal usul dari pemilik lahan hutan hak, selanjutnya di tujukan ke Tempat penampungan Kayu Rakyat terdaftar (TPKRT) KSU Mekar sari yang beralamat di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Terkait tudingan adanya pembalakan hutan dan Ilegal logging di Melawi yang diduga ada keterkaitan dengan Dokumen Nota angkutan yang di keluarkan oleh KSU Mekar sari,secara tegas Aris mengatakan tidak tau menahu,dirinya tidak pernah merasa mengeluarkan dokumen Nota angkutan untuk kayu jenis lain selain yang telah di tentukan oleh pihak Kantor BPHP propinsi Kalimantan Barat,bila mana didapati seperti yang di tudingkan tersebut ,itu di luar tanggung jawab KSU Mekar sari ujarnya, aturan dan ketentuan sudah jelas,dan silahkan di Cek ujarnya,

Sementara kaitan dengan kayu lokal selama belum ada regulasi yang mengatnya tentang peredarannya ,”itu urusan individu masing masing, dan saya tidak mencampuri itu ,kita semua memahai kalau di Melawi ini bangunan selalu menggunakan kayu,sudah barang tentu Pemkab dan DPRD juga harus memikirkan untuk membuat perda tentang penggunaan kayu lokal karena sangat di butuhkan masyarakat.

Mengenai kayu kayu di duga ikegal yang berasal dari luar kabupaten Melawi dan bersal dari kecamatan yang di sebutkan kan Aris Hartono juga tidak tahu menahu dan di luar kapasitas dirinya.

“Yang katanya ada pengeluaran Kayu kayu di duga ilegal dari tontang,dari Sokan dan belimbing,sama sekali saya tidak tahu menahu,dan itu bukan kapasitas saya untuk mengoreksi urusan orang lain,saya hanya mengurusi KSU saya sebagaimana yang telah di tentukan oleh aturan undang undang, jelasnya.

Selanjutnya dalam kaitan ini Aris Hartono juga menjelaskan,kalau KSU nya saat ini telah memiliki Hutan hak,yang berlokasi di Desa Tumbak Raya Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi dengan luas sementara seluas 15 Hektar dan telah membayar kewajibannya yaitu PSDH kepada negara dengan bukti hasil Kruising tegakaan,namun walupun sudah sah mendapatkan legalitas dari instansi terkait,dirinya belum mau melakukan produksi untuk mengeluarkan Kayu dari hutan hak yang di kelolanya,
“Sampai hari ini saya,atas nama Koperasi KSU Mekar Sari selaku pemegang legalitas hutan hak,yang telah mendapatkan keputusan dari Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Barat,belum pernah melakukan penebangan atau produksi kayu kelas satu dan kayu kelas dua,seperti yang dugakan orang orang di luar sana,padahal ijin Kruising sudah keluar, saat ini ada di tangan saya, “Sah sah saja kalau saya mau memulai produksi,bahkan KSU Mekar sari juga telah mengantongi ijin primer untuk mengolah kayu kayu yang telah di tentukan
seperti Ulin,Meranti,kruing bengkirai Medang,nyatoh,kapur,kempas,rengas,ubah,dan jenis kayu indah lainnya,akan tetapi dikarenakan adanya k kesibukan lain,maka kegiatan penebangan dan pengolahan saya tunda dulu,mungkin akhir tahun akan kami mulai untuk melakukan produksinya, imbuh Aris hartono.

(Jon/Melawi-Kalbar)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *