DPRI Komisi IV Yessi Katakan Peladang Bukan Penjahat

www.postkotapontianak.com. SINTANG – kunjungan komisi IV DPR RI di kabupaten sintang, untuk melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat kabupaten sintang, diantaranya kasus karhutla yang menjerat masyarakat petani peladang, sehingga menjadi agenda utama kunjungan anggota DPR RI pada hari Jum’at (29/11/2019)

Kunjungan komisi IV ini untuk menyikapi permasalahan yang terjadi atas kasus hukum petani peladang yang disidangkan di pengadilan negeri sintang, yang mengakibatkan gelombang demo masyarakat untuk membebaskan para petani peladang, atas kasus tersebut anggota DPR RI Yessi Melania angkat bicara bahwa, peladang bukan penjahat, tapi mereka bertani untuk bertahan hidup, untuk menghidupi keluarganya, dan bahkan dari hasil pertanian juga untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Yessi Melania minta masyarakat yang ditahan harus dibebaskan, karena menurutnya, mereka adalah korban ketidak adilan, oleh karena itu pemerintah harus serius menangani masalah hukum yang dihadapi oleh masyarakat petani peladang, jangan sampai ke depan kasus seperti ini terus berulang.

Jessi juga menjelaskan bahwa, kedatangan kami Komisi IV adalah, bentuk keseriusan dalam permasalahan kasus masyarakat petani peladang yang ditahan, dan sekarang telah menjalani proses hukum di pengadilan negeri sintang, oleh karena itu kami ingin memastikan dan mendengar langsung, karena ini adalah bentuk kepedulian kami, yang dialami masyarakat kita, jelas Yessi

Menurut Yessi bahwa kasus ini bukan hanya di Sintang tapi hampir seluruh Kalbar, makanya menjadi fokus kita, bahwa negara itu hadir untuk memberikan rasa nyaman dan aman, makanya harus ada solusi kongkrit untuk masyarakat kita yang masih ada berladang dengan cara di bakar.

Kita akan kawal di komisi IV untuk mendorong regulasi yang mengatur tentang kearifan lokal, dan undang-undang diciptakan jangan tajam ke bawah tapi tumpul keatas, tetapi pemerintah harus benar-benar memperhatikan masyarakat, termasuk borneo ini adalah jantung indonesia, jelas Yessi.

Nanti kita juga akan gali, terutama penjelasan dari petani peladang langsung, agar kasus ini lebih jelas lagi, dan kita juga menghormati proses hukum, karena kita negara hukum, walaupun demikian Kita ingin mereka dibebaskan, jika mereka nanti dalam putusan ditetapkan tersangka, sangat-sangat disayangkan, dan ini melukai hati masyarakat petani peladang, yang seharusnya dilindungi negara dan di bina negara, jelas Yessi Melania.

Kami juga minta pemutihan nama mereka, karena mereka petani peladang bukan penjahat, dan jangan sampai ada embel-embel mantan narapidana, agar kedepan mereka dan keluarga, tidak di cap penjahat. (Yef)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *