DPRD Soroti BPMP2T Depok IMB Developer PT ASAP di Soal

Gedung DPRD Kota Depok (Ist)
Gedung DPRD Kota Depok (Ist)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok menyebutkan, bahwa IMB yang diterbitkan petugas Dinas Tata Ruang & Pemukiman, melalui pelayanan Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPMP2T) pada awal 2015. Permohonan IMB di Blok JJ RT 008/022 itu diajukan developer MK memakai Site Plan asal tahun 1984, sebagai lahan fasilitas sosial-umum (fasos-fasum) sewaktu serah terima aset tahun 2012 dari Pemkab Bogor ke Pemkot Depok.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok, Hamzah membenarkan, bahwa penerbitan surat ijin mendirikan bangunan (IMB) tambahan komplek perumahan  MK di Kelurahan Abadijaya Kec. Sukmajaya, menilai perlunya diklarifikasi proses penerbitan IMB pembangunan rumah tambahan di komplek perumahan MK tersebut. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan dalam permohonan pembangunan tambahan sejumlah rumah.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa IMB itu diterbitkan Pemkot Depok Cq BPMP2T, sementara lokasi tepat melanggar Garis Sempadan Sungai dan pengajuannya dengan Site Plan lama (sebelum dipecah menjadi sertifikat per rumah di komplek itu)?” ujarnya kepada wartawan kemarin, diruang kerjanya.

Pernyataan Hamzah diamini oleh Politisi dari Partai PAN, Siti Nurjanah dan didampingi rekan sejawatnya Fitri Hariono dari PDIP menjelaskan, bahwa mediasi antara warga perumahan MK dengan developer PT ASAP sebagai pembangun perumahan MK justru membuka prosesi penerbitan IMB.

 “Kami coba menengahi dua keinginan berbeda itu, setelah ditemukan pangkal permasalahannya, artinya itu dimulai dari penerbitan IMB tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Ahmad Sulaeman, selaku Ketua RW 022 Kelurahan Abadijaya, menegaskan, bahwa pihaknya keberatan dan penolakan warga terhadap perubahan peruntukan (site plan) lahan yang dijadikan warga lapangan bulutangkis di pinggir Kali jantung selebar 5 meteran.

 “Kami tidak ingin pinggir kali itu ada rumah atau bangunan, yang berdampak pada lingkungan sekitar. Pertanyaannya kenapa bisa muncul IMB dari Pemkot Depok,” tandasnya. (Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *