DPRD Mempawah Siap Mediasikan Penyelesaian Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Sungai Kunyit

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH :  Konflik kegiatan Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Terminal Kijing Kecamatan Sungai Kunyit jadi sorotan publik di Kabupaten Mempawah, Kamis (24/09/2020) pagi. Legeslator Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua DPRD Mempawah Darwis, SH, MH memberikan tanggapan berupa solusi dalam menyelesaikan permasalahan itu.

“Permasalahan ini dilihat dari sudut pandang, didapatkan ada dua perihal, yakni pertama kelancaran program kerja pemerintah terkait operasional Pelabuhan Terminal Kijing dan Kedua adalah gimana mengakomodir kepentingan dari masyarakat,” ucap Darwis SH. MH.

Lanjut politisi Partai Nasdem sampaikan, kepada para pihak yang berkaitan dengan bongkar muat di pelabuhan kijing wajib duduk satu meja untuk mencari langkah-langkah solusi dari permasalahan yang muncul.

BACA JUGA

Dandim 1201/Mph Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong Ditengah Pandemi Covid 19

PMI Sanggau Lakukan Aksi Sosial Dan Sosialisasikan Perbub Nomor 47 tahun 2020

Ibu dan Anak Ditemukan Bersimbah Darah Tergelak Tak Bernyawa Didalam Rumahnya

Penyaluran BST Untuk Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PANDA PONTIANAK LAKSANAKAN TEST PENERIMAAN PESERTA CALON BINTARA DAN TAMTAMA PRAJURIT TNI AL

Katakannya kembali, Darwis SH. MH., pihak DPRD Kabupaten Mempawah memastikan akan siap menerima aspirasi dan memediasi semua pihak untuk menyatukan persepsi, agar masalah ini tidak meruncing.

“Kimi harapkan kepada semua pihak bisa duduk satu meja dan menemukan solusi yang terbaik. Harus ada kesepemahaman semua pihak agar permasalahan ini bisa dituntaskan dan tidak merugikan masyarakat terutama buruh bongkar muat di Pelabuhan Terminal Kijing,” pendapatnya.

Terkait adanya beberapa koperasi TKBM, menurut Legislator Dapil Jongkat-Segedong itu bisa saja dilebur menjadi satu unit dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam proses pembentukan Koperasi TKBM yang memiliki legalitas sah dari KSOP hingga pemerintah pusat.

“Jika Pelabuhan Terminal Kijing sudah beroperasi, pasti akan banyak menyerap tenaga kerja buruh bongkar muat. Tinggal bagaimana nanti diatur pembagian kerjanya untuk mengakomodir semua buruh agar dapat bekerjasama dengan maksimal,” sarannya.

Sebab, Darwis tak ingin kisruh berkepanjangan menyangkut TKBM itu akan berdampak negative terhadap operasional Pelabuhan Terminal Kijing. Sehingga, akan merugikan daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Pastinya kita tidak ingin permasalahan ini berlarut dan merugikan semua pihak. Misalnya, operasional pelabuhan terhambat, lalu peluang kerja di pelabuhan justru dimanfaatkan warga luar. Akibatnya masyarakat Kabupaten Mempawah hanya jadi penonton. Itu yang harus kita antisipasi,” harap Darwis SH. MH. (Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *