DPRD Kabupaten Sintang Dorong Masyarakat Desa Manfaatkan SDA untuk Kelistrikan

www.postkotapontianak.com- SINTANG :Salah satu pembangkit listrik yang murah, ketersediaannya melimpah dan tidak menimbulkan polusi adalah pembangkit listrik tenaga air. Indonesia kaya sumber daya air yang berpotensi menghasilkan energi dalam jumlah yang besar. Bahkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sudah beroperasi sejak jaman kolonial dulu. Dalam perkembangannya, teknologi-teknologi pembangkit listrik tenaga air mampu menyesuaikan dengan kondisi sungai-sungai di daerah-daerah tertentu terutama untuk daerah pedesaan yang memiliki debit sungai tidak terlalu besar namun dapat menghasilkan listrik.

Ketua Komisi B yang salah satunya membidangi bagian energi dan sumber daya alam, Florensius Roni mengungkapkan, kabupaten Sintang memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil listrik dengan memanfaatkan tenaga air.

“Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan pembangkit listrik alternatif yang menggunakan air yang berasal dari irigasi atau sungai sebagai penggeraknya. PLTMH ini sangat berguna bagi masyarakat pedalaman yang dekat aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri dan mengantisipasi kesulitan jaringan listrik nasional untuk menjangkaunya. Daya yang dihasilkan PLMTH antara 5 kW – 100 kW,” kata Roni saat dihubungi wartakapuas, Minggu (24/3/2019)

Menurut Roni, semakin banyak PLTMH, maka akan semakin banyak desa-desa dipelosok Sintang yang belum terjangkau Listrik Negara, akan menjadi desa yang terang dikarenakan pemanfaatan SDA disekitarnya. Ini sejalan dengan program pusat untuk menjadikan Indonesia Terang.Namun demikian, lanjutnya dalam membangun PLTMH masalah utama adalah biaya tinggi dikarenakan lokasi.

“Tantangan yang akan dihadapi ketika membangun PLTMH di daerah pedalaman adalah akses yang sulit sehingga dibutuhkan biaya investasi yang besar. Memang pemerintah tentunya tidak akan mampu untuk mengalokasikan sepenuhnya anggaran, mengingat banyak hal lain yang perlu juga diperhatikan. Tentunya perlu dukungan pihak lain seperti swasta, aspirasi dari wakil rakyat dan juga swadaya masyarakat setempat,” tambahnya.

Seperti diketahui, jumlah PLTMH yang sudah di bangun di Kabupaten Sintang sebanyak 41 lokasi untuk Kecamatan Sepauk dan Tempunak, dan dua lokasi yang ada di Kecamatan Serawai Ambalau dengan penerima manfaat sebanyak 876 rumah dan 2. 610 orang. Dengan jumlah itu, maka total kapasitas PLTMH yang ada di Kabupaten Sintang adalah 700 kilowatt atau hampir mendekati 1 mega watt, yang mana pembangunan PLTMH di Sintang mulai tahun 1997.

Selain PLTMH, politikus dari Partai Nasdem ini juga meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai salah satu alternatif lain jika PLTMH tidak dapat dibuat disatu wilayah.

“Kitakan berada di garis Khatulistiwa, maka selain memanfaatkan air juga sinar matahari menjadi alternatif lain yang tak pernah akan habis. Penggunaan panel-panel untuk menyimpan panas dari sinar matahari sudah juga banyak dilakukan oleh masyarakat.” ungkapnya. (LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *