Dituduh memprovokasi anggota, 5 pengurus PWI Kalbar terancam dipecat

PONTIANAK-Ketua PWI Provinsi Kalimantan Barat Hamdansyah AR keluarkan surat peringatan keras yang berisi ancaman pemecatan dari keangotaan kepada 5 orang anggota PWI Provinsi Kalbar yang dianggap memprovokasi anggota mensomasi dirinya.

Seperti diberitakan “suaraakarrumput.com”, Lima orang tersebut saat ini menjabat sebagai Penasehat, Bendahara, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Wakil Ketua Bidang Kesra, Ketua SIWO.

Surat Nomor : 17/PWI-KB/II/2015 yang dikeluarkan tanggal 22 Januari 2015 itu mendapat reaksi keras dari seluruh anggota PWI Kalbar, baik itu anggota muda, anggota biasa, maupun anggota seumur hidup atau senior.

“Surat tersebut menunjukan arogansi dan tidak demokratisnya saudara Hamdansyah sebagai ketua,”ungkap Said Idris, salah seorang tokoh senior PWI Kalbar.

Menurut Said, merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi jika terjadi konflik sampai dikeluarkan surat somasi bahkan mosi tidak percaya anggota kepada ketua atau pengurus.

“Sebagai seorang pemimpin harusnya Saudara Hamdan menanggapi somasi tersebut dengan elegan, bukannya malah mengeluarkan surat ancaman seperti itu,” ungkap Said.

Senior lainnya bereaksi cukup keras, Suryadi, S.Sos mengatakan mungkin Hamdansyah AR lupa, salah seorang dari 5 anggota yang akan dipecat itu adalah pemimpin redaksinya. “Belum pernah terjadi sebelumnya,” ucapnya. Suryadi mengusulkan agar Hamdansyah AR dipecat dari Medianya saat ini.

Surat ancaman pemecatan itu juga mengusik para wartawan muda anggota PWI.“Kalau ketua main pecat dan lapor ke pihak berwajib, bagaimana kami para junior di PWI bisa berkembang, jangan-jangan salah omong pun dipecat atau dilaporkan,” tukas Ardy.

Surat dikirim kepada Lima Pengurs PWI Kalbar.(pkp)
Surat dikirim kepada Lima Pengurs PWI Kalbar.(pkp)

“Ini merupakan preseden buruk bagi organisasi PWI, khususnya Kalbar. Perbedaan pendapat biasa dalam berorganisasi, somasi merupakan salah satu cara mengutarakan pendapat setelah cara lain tidak berhasil, jadi somasi atau mosi tidak percaya sekalipun itu sah-sah saja dalam berorganisasi,” jelas Udin Subari, MR salah seorang pengurus PWI Kalbar.

Sebelumnya, menurut keterangan ketua seksi wartawan olahraga (SIWO) PWI Kalbar Munhari Ika Putra, pada hari Sabtu tanggal 24 Januari 2015, sejumlah anggota PWI Kalbar mengadakan pertemuan yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat PWI Provinsi Kalbar, membahas tentang dikeluarkannya surat pemberitahuan Nomor : 25/PWI-KB/XII/2015, oleh Hamdansyah AR sebagai Ketua PWI Kalbar. Surat dibuat dan diedarkan tanpa melaui rapat terlebih dulu alias keputusan pribadi Hamdansyah.

Selain itu juga dibahas beberapa hal terkait kredibilitas organisasi PWI Kalbar, serta membahas tentang dilaporkannya wakil ketua bidang kesra PWI Kalbar Maman S ke pihak berawajib oleh Ketua PWI Kalbar Hamdansyah AR, yang dianggap telah mengancam dirinya melalui SMS.

Dari hasil pertemuan dihasilkan 2 rekomendasi, yakni : 1. Akan dibuat surat somasi kepada ketua PWI Provinsi Kalbar terkait agenda pertemuan, 2. Akan membuat surat pengaduan kepada ketua PWI Pusat Margiono terkait permasalahan.

Berdasarkan rekomendasi atau keputusan pertemuan tersebut, pada tanggal 12 Februari 2015 surat pengaduan untuk ketua PWI Pusat dan surat somasi kepada Ketua PWI Kalbar Hamdansyah AR, dikirim. Somasi meminta Hamdansyah melakukan 3 hal, yaitu :

Melalui surat ini, kami berharap saudara dengan lapang dada dan sesegera mungkin untuk :

  1. Menarik atau membatalkan surat yang saudara edarkan, sampai ada keputusan rapat pleno pengurus PWI Kalbar.
  2. Mencabut berkas laporan polisi atas nama Maman Soeherman, yang merupakan salah satu wakil saudara. Dan menyelesaikannya secara internal organisasi, mengingat kasus terjadi berawal dari surat pemberitahuan yang saudara keluarkan.
  3. Segera melaksanakan rapat konsolidasi dan rekonsiliasi seluruh anggota PWI Provinsi Kalbar.

Jika dalam waktu 3 X 24 Jam, mulai tanggal 12-14 Februari 2015, anda tidak dapat memenuhi tuntutan diatas, maka kami telah memutuskan akan membuat surat mosi tidak percaya kepada anda. Bahkan akan membawa hal ini ke ranah hukum atas pencemaran nama baik anggota dan organisasi PWI secara keseluruhan.

Namun sampai batas waktu yang ditentukan, Ketua PWI Kalbar Hamdansyah AR tidak ada respon samasekali, tidak satupun permintaan anggota dalam somasi tersebut dipenuhinya.

Senin tanggal 16 Februari 2015, kembali digelar pertemuan anggota di Gedung Sekretariat PWI Kalbar Jalan Urai Bawadi Gang Budi Setia No. 8. Pertemuan untuk membahas surat somasi dan pengaduan yang telah dilayangkan.

Dalam pertemuan diputuskan akan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Ketua PWI Kalbar karena dianggap sudah tidak ada niat untuk melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi dalam tubuh organisasi, karena tidak menanggapi permintaan anggota, khususnya poin 3 yang meminta ketua segera melaksanakan rapat konsolidasi dan rekonsiliasi seluruh anggota PWI Provinsi Kalbar.

Dan Menyegel Gedung Sekretariat PWI Provinsi Kalbar Jalan Urai Bawadi Gang Budi Setia No. 8 Pontianak, untuk sementara waktu, sampai permasalahan selesai. Dengan pertimbangan untuk menghindari gesekan yang bisa menimbulkan tindakan anarkis.

“Kami akan tetap menyegel gedung sekretariat, sampai ada tindaklanjut atas permasalahan ini dari PWI Pusat,” ujar Munhari.

Alih alih menanggapi somasi, Hamdansyah malah mengeluarkan surat peringatan keras, ancaman pemecatan terhadap 5 orang anggota tersebut, karena dianggap telah melakukan rapat liar, menyebarkan fitnah, memobilisasi anggota untuk menandatangani daftar hadir, mengembok pagar dan pintu kantor milik PWI, dan memasang spanduk yang menghasut.

“Saudara Ketua sudah salah kaprah, kami tidak mengadakan rapat tapi pertemuan anggota atas keprihatinan atas apa yang terjadi,” jelas Munhari.

Mengenai tuduhan memobilisasi anggota, itu diakui Munhari, menurutnya memang harus dilakukan mobilisasi untuk mengumpulkan tandatangan anggota, kalau tidak, tambahnya, bagaimana mungkin tandatangan bisa terkumpul.

“Dalam pertemuan I, setelah ada rekomendasi atau putusan perwakilan anggota, kami beritahukan kepada yang hadir dalam pertemuan, bahwa tandatangan absensi juga sekaligus sebagai tanda dukungan atas dikeluarkannya somasi, dan semua setuju,” terang Munhari.

Terkait tuduhan menyebarkan fitnah di media massa yang berakibat eksistensi PWI terganggu, Munhari membantah keras, jika memang ada fitnah Munhari mempersilahkan Ketua PWI melaporkannya ke pihak berwajib.

“Kami melakukan aksi berdasarkan fakta dan aturan berlaku, melalui prosedur yang benar. Jika apa yang saya dan kawan-kawan lakukan ini masih dianggap salah, kami siap menanggung segala kosekuensinya,” tegas Munhari.

Sedangkan perihal penyegelan gedung sekretariat dan pemasangan spanduk, Munhari kembali menjelaskan, itu dilakukan dengan pertimbangan keamanan, karena melihat kondisi yang tidak kondusif saat ini, dengan dilaporkannya salah seorang pengurus ke pihak berwajib oleh ketua PWI Kalbar.

“Siapa yang berani menjamin tidak akan terjadi gesekan yang bisa berakibat tindakan anarkis antara pihak bertikai? Saya sangat setuju dengan pernyataan ketua, bahwa gedung ini milik PWI Kalbar, oleh karena itu sebagai anggota kami merasa bertanggungjawab mengamankan aset PWI ini,” papar Munhari.

Mestinya, Munhari menambahkan, Ketua PWI fokus menyikapi apa yang menjadi tuntutan anggota, bukannya mencari-cari kesalahan atau cacat secara organisasi pertemuan tersebut, dan mengancam akan memecat serta lain sebagainya.

Munhari mengatakan, dalam waktu dekat anggota akan melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Hamdansyah AR terkait kepemimpinannya. Mosi tidak percaya merupakan tindaklanjut atas somasi yang tidak ditanggapi.

“Untuk mengetahui apakah ini gerakan segelintir anggota atau mayoritas anggota, tinggal lihat saja, berapa orang anggota yang menandatangani mosi tidak percaya itu,” pungkas Munhari.

Sampai saat ini Selasa (24/02), total sudah 60 orang anggota yang telah menandatangani mosi tersebut. (bunk/SAR/PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *