Ditengah PSBB Pencegahan Penyebaran Covid-19 Masih di Temukan dugaan Pelaku Tindak Kejahatan Seperti “Kelima Anak Remaja Tidak Mengindahkan Peraturan Pemerintah Agar Tetap Dirumah

JAKARTA ! PKP : Ditengah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tentang pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19), tak di indahkan oleh para pelaku tindak kejahatan, termasuk beberapa para remaja ini, dimana, mereka berkelompok – kumpul di pinggir jalan dan mencoba menyerang warga yang melintas.

Dihimpun dari sebuah rilis Kanit Reskrim Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Iptu Dewa Ayu Santi menerangkan, pada hari Senin tanggal 13 April 2020 lalu, sekitar pukul 20.00 Wib, bertempat di Jalan Ketapang, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dimana, saksi sekaligus korban Sunar Bawono (27) warga Kemayoran yang nyaris menjadi korban atas kenakalan remaja ini. Selasa, (14/04/2020).

“Pada hari Senin tanggal 13 April 2020 lalu, sekira jam 20.30 Wib, kami menerima penyerahan 5 (lima) anak remaja tersebut. Oleh Aiptu Sugeng Riyanto Babinkamtibmas Kelurahan Kebon Kosong. Dimana, Aiptu Sugeng Riyanto karena mendapatkan informasi 5 (lima) orang tersebut berkumpul di luar rumah dan akan melakukan keributan.” Ujar Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Iptu Dewa Ayu Santi melalui rilisnya, Selasa, (14/04/2020).

Dimana saat saksi Sunar Bawono (27) melintas di lokasi kejadian kendaraannya terhalang oleh kaki kelima remaja tersebut, saat di tegur dengan klakson, para remaja tersebut marah dan mengejar saksi/korban sampai kerumahnya.

“Kemudian saat saudara Sunar Bawono (Korban/Saksi) melintas di tempat kejadian, kendaraannya terhalang oleh kaki ke lima orang tersebut, lalu saudara Sunar Bawono membunyikan klakson, akan tetapi anak – anak remaja tersebut marah – marah dan mengejar sampai ke rumah saudara Sunar Bawono. beruntung perbuatan tersebut dapat di cegah oleh warga setempat, Selanjutnya 5 (lima) anak remaja tersebut diserahkan ke Polsek Kemayoran,” terangnya Iptu Dewa Ayu Santi.

“Kelima anak remaja ini tidak mengindahkan Peraturan Pemerintah agar tetap tinggal dirumah guna mencegah/menghentikan penyebaran Virus Corona (covid-19),” pungkasnya.

Dari kelima remaja yang masih duduk di bangku sekolah ini diantaranya, berinisal AN (16), DS (16), BP (15), RA (16) dan MA (17). Saat diamankan para remaja tersebut tidak didapati barang bukti apapun. Jelasnya Iptu Dewa Ayu Santi.

Para remaja ini dapat di ancam dengan : Tindak Pidana Karantina Kesehatan yang dimaksud dalam rumusan Pasal 93 UU RI No. 6 Tahun 2018 dengan ancaman 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta./*

( mam/wan )


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *