Disprindagkop Mempawah Pantau Harga Pasar, Jelang H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 H

POSTKOTApontianak.com

MEMPAWAH  – Mengantisipasi penanggulangan melonjaknya kenaikan Harga oleh pelaku pasar menjelang H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Disprindagnaker Kabupaten Mempawah, turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan dan pengontrolan aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah. Jumat, (22-05-2020).

Dari pantauan awak media, aktivitas pengunjung di Pasar Sebukit Rama Mempawah menjelang Idul Fitri 1441 H tampak meningkat. Warga dengan antusias mendatangi pasar membeli komoditi makanan dan minuman untuk perayaan lebaran bersama keluarga di rumah.

Saat dilokasi pasar, awak media bertemu dengan Kasi Metrologi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen, Disperindagnaker, Hendri Kurniawan. Beliau mengatakan menjelang Idul Fitri 1441 H, harga sejumlah komoditi di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah merangkak naik. Terlebih komoditi yang paling diburu konsumen untuk merayakan lebaran. Misalnya, daging sapi dan ayam yang harganya melambung hingga bikin dompet terkuras.

“Kita lihat di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah, untuk harga daging sapi capai Rp 130 ribu per kg, ini mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu per kg dari harga biasa sehari-hari. Untuk harga daging ayam boiler Rp 38 ribu per kg, serta ayam kampung yang menembus Rp 60 ribu per kg. Jadi diperkirakan untuk harga daging ayam mengalami kenaikan 5 ribu per kilogram,” jelas Hendri Kurniawan

Saat berpapasan dengan konsumen, sempat kita pertanyakan tentang kenaikan harga, mereka mengaku tak heran dengan kenaikan harga jual komoditi itu. Sudah memaklumi situasi pasar yang dimanfaatkan pedagang untuk meraup keuntungan yang lebih besar di momentum tahunan ini. Konsumen mengaku tak keberatan asalkan daging yang dijual berkualitas baik.

“Dalam hal harga kenaikannya Rp 5.000-Rp 10.000 per kg, sebenarnya tidak terlalu untuk dijadikan mempermasalahkan. Intinya kualitas dari daging itu memang bagus dan diperlukan oleh masyarakat. Jadi kita sebagai pembeli harus maklumi, sebab ini tidak setiap harinya atau bisa dibilang rezeki tahunan bagi pedagang,” Jelas Hendri Kurniawan

Lanjutnya, pelaksanaan pengawasan ini kita juga libatkan dari pihak Dinas Perhuhungan, Sat.Pol.PP, Polri, TNI dan Pengurus Pasar juga. Selain itu juga, karen kita masih dalam situasi wabah pandemic corona (Covid 19), kepada warga yang akan berbelanja kita wajibkan memakai masker.

“Guna mencegah keramaian dan kerumunan untuk penerapan physical distancing ditengah merebaknya wabah Covid-19. Ada petugas di pintu masuk pasar ini, para penggila pasar diwajibkan memakai masker, jika tidak memakai kami himbau untuk pulang kerumah mengambil dan dipakai ke pasar. Selain itu kami himbau juga dalam melakukan transaksi untuk menjaga jarak antara sesama pembeli dan penjual,” jelas Hendri Kurniawan.

“Kami harap dengan keadaan sekarang, para pembeli dan penjual tidak mengindahkan yang kami sampaikan, dengan demikian kita sudah melaksanakan Anjuran Pemeriintah dan melaksanakan Maklumat Kapolri dalam penecegahan, penanggulangan dan Antisipasi penyebaran wabah pandemic virus corona (Covid 19),” harap Hendri Kurniawan.(De’res)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *