Disparekraf Provinsi Kalbar Gelar Sosialisasi Sertifikasi Tenaga Kerja Usaha Pariwisata

Pembukaan Sosialisasi Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata./(foto : devi lahendra)
Pembukaan Sosialisasi Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata./(foto : devi lahendra)

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK – Mempersiapkan tenaga kerja usaha pariwisata untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka perlu dilakukan sertifikasi kompetensi kualifikasi internasional Asean dan Okupasi, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dibidang perhotelan maupun bidang usaha pariwisata lainnya.

Sejatinya di dalam UU No 10 Tahun 2009 telah ditetapkan tentang kepariwisataan yang tertuang di dalam pasal 53, dijelaskan bahwa tenaga kerja di bidang kepariwisataan harus memiliki standar kompetensi.

Dan standar kompetensi harus dilakukan melalui sertifikasi kompetensi, yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang telah mendapat lisensi sesuai dengan ketentuan peraturan dalam perundang-undangan.

“Jadi kegiatan yang kita laksanakan ini bukan hanya semata-mata kegiatan sosialisasi serimonial, namun dari kegiatan ini kita harapkan ke depan para pelaku usaha pariwisata dapat menjalankan ketentuan sertifikasi ini kepada para tenaga kerjanya, “ demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat, dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kusmayadi SH. M.Si, saat pembukaan Sosialisasi Fasilitasi Sertifikasi Tenaga Kerja Usaha Pariwisata Bidang Perhotelan, dibilangan Hotel Kartika Pontianak, Senin (8/6).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, dihadiri para pelaku usaha perhotelan yang ada di Kota Pontianak serta Kabupaten Kubu Raya. Dengan menghadirkan narasumber dihari pertama yaitu Kepala Badan Kompetensi Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Drs. Baguslan Harahap, MM dan untuk hari kedua dihadiri oleh Kasubdit Pengembangan Produk Pelayanan Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Drs. Partono, MM.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kompetensi Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Drs. Baguslan Harahap, MM mengatakan untuk sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki tenaga kerja serta dapat meningkatkan kualitas maupun daya saing bagi tenaga kerjja itu sendiri.

“Dalam hal ini saya tidak ingin pengaruh MEA menjadikan kita hanya sebagai penonton di daerah kita sendiri, maka melalui sertifikasi ini saya berharap para tenaga kerja Indonesia dapat berkiprah di daerahnya masing-masing dengan memiliki kualiytas yang dapat bersaing dengan kualitas yang terbaik, “ ucap Baguslan mengakhiri. /Devi Lahendra


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *