Dinyatakan Waras, Pelaku Pembunuhan di Lamau di Proses

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU-ibu rumah tangga berusia 50 tahun pelaku pembunuhan terhadap Amransyah tanggal 1 Januari 2015 di Dusun Lamau, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu sepertinya akan menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi sebagai pertanggungjawaban atas tindakan brutalnya menghabisi nyawa korban.

rekonKesimpulan itu didapat setelah ML menjalani pemeriksaan psikologis oleh ahli kejiwaan yang didatangkan dari Polda Kalbar. Melalui sederet tes, ahli kejiwaan menyatakan pelaku tidak mengalami gangguan jiwa alias waras. Sebelumnya, sempat beredar dugaan bahwa pelaku mengidap gangguan kejiwaan yang kemudian menjadi pemicu aksi brutalnya menghabisi nyawa korban.

“ Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek tidak mengalami gangguan jiwa seperti yang diduga sebelumnya. Saat ini, subjek baru menyadari perbuatan yang ia lakukan salah dan membawa pengaruh yang kurang nyaman bagi dirinya,” demikian pernyataan psikolog pemeriksa, AKP Teguh P Nugroho dari Polda Kalbar sebagaimana yang tertera dalam risalah hasil pemeriksaan yang diterima.

Atas hasil tersebut, psikolog menyarankan agar proses hukum terhadap pelaku tetap dilanjutkan. Dengan begitu, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“ Proses hukum yang sedang berlangsung dapat dilanjutkan karena perbuatan yang dilakukan subjek atas dasar kesadaran dan dapat dipertanggungjawabkan olehnya,” lanjut pernyataan itu.

Pasca menyadari perbuatan kejinya itu, kejiwaan ML sendiri memang terguncang. Di sel tahanan, ia sering kelihatan linglung. Tatapan matanya kosong. Ibu sembilan anak itu lebih suka menundukkan kepalanya. Ketika diinterogasi penyidik pun ia agak kesulitan diajak berkomunikasi. Karenanya, hingga kini polisi masih sulit mengungkapkan apa motif yang membuat pelaku nekat menghabisi nyawa korban.

Namun, semua sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur, korban tak dapat dihidupkan lagi. Yang tersisa hanyalah rentetan proses hukum yang sudah menanti untuk dilaksanakan.

Berdasarkan penuturan pejabat sementara Kasat Reskrim Polres Sekadau, AKP K Purba, pelaku bisa dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. “ Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan dan saran ahli, maka proses hukum terhadap pelaku tetap dilanjutkan,” terang Purba.

Jika hasil pemeriksaan psikologis menyatakan pelaku benar mengalami gangguan kejiwaan, maka polisi tidak dapat mengenakan hukuman kepada pelaku. Paling-paling, pelaku dikenakan rehabilitasi kejiwaan. “ Namun, karena faktanya kejiwaan pelaku waras, maka pelaku tidak dapat menghindar dari proses hukum,” jelas Purba.

sempat berusaha untuk mewawancarai pelaku. Namun sayang, kondisi kejiwaan pelaku yang masih labil membuat polisi untuk sementara belum mengijinkan pelaku ditemui. (Yahya iskandar)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *