Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta

Aksi Kembali, Semprotkan Disinfektan Cegah Penyebaran Covid-19 Di 7 Taman DKI Jakarta

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Selama penghentian sementara aktifitas untuk masyarakat ditaman, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfeksi dan pembersihan setiap fasilitas taman yang ada di Jakarta secara intensif,”

JAKARTA, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta bersama Personel Polsus Dan Laskar Hijau Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota kembali melakukan penyemprotan disinfektan serentak di 7 Taman sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

Aksi penyemprotan tersebut dilaksanakan pada Senin (21/09/2020), seluruh personel gabungan Polsus dan Laskar Hijau dikerahkan saling bahu membahu terlibat pada kegiatan tersebut.

“Ini semangat luar biasa, kegiatan disinfeksi dimulai dengan disinfektan secara mandiri. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas peran serta Polsus Dinas Pertamanan dan Hutan Kota beserta Laskar Hijau dan yang lainnya melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak di 7 Taman DKI Jakarta. Penyemprotkannya pada permukaan peralatan dan sarana yang sering disentuh, yang ada di area taman,” ujar Ir.M.Fajar Sauri,M.Si, Kabid Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kepada Lapan6online.com, pada Senin (21/09/2020) malam.

BACA JUGA

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 65, Polda Kalbar Luncurkan Aplikasi Pengawalan Online

Bupati Mempawah Tengahi Konflik Koperasi TKBM Pelabuhan Terminal Kijing

Politisi Nasdem Darwis SH, Dorong PT. Pelindo Selesaikan Permasalahan Dengan Aliansi Nelayan Tradisional

Diatas Mobil Komando, Erlina Akan Fasilitasi Aliansi Nelayan Tradisional Dengan PT. Pelindo

3 Pemancing Ponbar Terselamatkan Berkat Pertolongan Sigap Warga Wajok Hulu

Masih menurut Fajar bahwa, “Saat ini harus memulai dengan cuci tangan yang bersih. Kemudian, harus pakai sarung tangan karena disinfektan itu mempunyai zat yang bisa menimbulkan iritasi kulit atau juga menimbulkan bau, atau bisa juga menimbulkan sesuatu yang berkaitan pada tubuh kita,” jelas Fajar.

Fajar menambahkan, pemakaian masker penting karena beberapa jenis disinfektan dapat menimbulkan gangguan pernapasan. Selain itu, dia juga mengingatkan untuk menggunakan baju khusus untuk melindungi tubuh saat melakukan penyemprotan.

Masih menurut Fajar,”Sesuai arahan pemerintah menghimbau kepada masyarakat kiranya lebih baik berdiam diri di rumah, jangan terlalu banyak melakukan kegiatan aktivitas di luar rumah, jika memang tidak terlalu penting, sayangilah diri sendiri, saudara-saudara kita sehingga penyebaran virus corona covid-19 dapat terputus mata rantai penyebarannya. Sering-seringlah mencuci tangan dan hindari dari keramaian orang,” tambahnya.

Sementara itu, secara terpisah Ir. Suzi Marsitawati, S.Sos, M.Si Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mengatakan,“Selama penghentian sementara aktifitas untuk masyarakat ditaman, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan setiap fasilitas taman yang ada di Jakarta secara intensif,” jelas Suzi Marsitawati.

Suzi menambahkan bahwa,”Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang lebih luas ke ruang publik. Kami mengajak seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan ya dan jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas!,” tegasnya.

Selain penyemprotan disinfektan, mengingat mulai musim hujan tentunya nyamuk gentayangan mencari mangsa. Guna pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) di areal taman, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota melakukan penyemprotan nyamuk (fogging) di taman-taman yang ada di Jakarta.

Hal yang sama disampaikan oleh “ M.Ali, Kasie Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta,“Kegiatan ini bertujuan untuk membasmi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti yang kemungkinan bersarang di kawasan taman, “ jelas Ali.

Tak hanya itu saja, demi menjaga kenyamanan warga masyarakat pun diberlakukan Social distancing (pembatasan sosial) adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Masyarakat diminta untuk menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang. Jika harus berada di sekitar orang, jaga jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter).

Terlebih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil keputusan untuk menarik rem darurat dan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh, tren kasus aktif di Jakarta yang kembali meningkat, dan angka pemakaman berdasar protap Covid-19 yang juga ikut meningkat.

Dengan demikian, penerapan PSBB transisi di Jakarta dicabut dan PSBB kembali diterapkan pada 14 September 2020 lalu.

Adapun titik lokasi yang dilakukan penyemprotan disinfektan pada Senin (21 September 2020) dimulai sekira pukul 11.00 wib sampai pukul 17, 00 diantaranya :
1. TMB Assakinah
2. Taman Buper Ragunan
3. TMB Madrasah Bawah
4. TMB Gunung Balong
5. TMB Warung Silah
6. RTH Antariksa
7. TMB Alang Alang

Kesehatan dan keselamatan merupakan prioritas utama, sebagai upaya untuk melindungi dan meningkatkan kewaspadaan warga masyarakat, dan Hutan Kota dari potensi risiko penyebaran COVID-19, seluruh taman di 5 titik tersebut kembali ditutup sementara.

Selanjutnya akan dilakukan peninjauan kembali dan tentunya warga masyarkat pun akan diinformasikan perkembangannya. Untuk sementara, jika tidak sangat mendesak, diharap tetap berdiam dan melakukan kegiatan dari rumah saja.

Langkah PSBB total yang diambil Anies Baswedan dinilai baik oleh ahli epidemiologi. Kendati demikian, upaya ini semestinya juga diterapkan oleh wilayah lain, khususnya yang ada di Pulau Jawa.

PONDOK GRAVITASI MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-75 TAHUN 2020

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo, menyampaikan bahwa langkah ini juga harus diikuti wilayah yang berada di zona merah dan oranye.

“Merah itu setelah oranye. WHO enggak mengenal kata oranye, adanya merah, kuning, hijau. Jadi oranye sebenarnya merah,” kata Windhu kepada wartawan, pada Kamis (10/9/2020).

Untuk diketahui, peta penyebaran virus corona di dunia dibagi menjadi beberapa zona yang dikelompokkan berdasar warna. Zona merah (risiko tinggi), zona kuning (risiko rendah), dan zona hijau (tanpa risiko).

Seperti disebut Windhu, di Indonesia ada satu kategori lagi, yakni zona oranye (risiko sedang). Windhu mengatakan, selama masih ada daerah di zona merah dan oranye, artinya di daerah itu tidak boleh ada pergerakan manusia. HRS


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *