DINAS KESEHATAN SAMPAIKAN WASPADA DBD DI Nanga Pinoh Kabupaten Melawi


Melawi – Postkotapontianak.com, Rabu 9 januari 2019 awak media kompirmasi langsung kedinas kesehatan bertatapan langsung dengan kasi pencegahan dan penyakit menular mempertanyakan tentang kasus Demam Berdarah yang baru baru ini memakan korban jiwa di kabupaten Melawi

 “Khairunnisa, S.sos selaku kepala seksi pencegahan dan penyakit menular di dinas kesehatan kabupaten melawi menjelaskan terkait dengan kejadian(Demam Berdarah) DBD kita sudah mendapatkan laporan dari petugas Puskesmas kecamatan dan kota nanga Pinoh pinoh selatan tentang kejadian tersebut namun laporan secara resmi belum masuk. kasus DSB muncul dikala musim penghujan tiba ujarnya.

 “Khairunnisa juga menjelaskan petugas pengelola program sudah mengidentifikasi namun secara prosedur ketika ada gejala mereka melakukan penyelidikan Antigiomilogi penyelidikan sudah dilakukan kemaren senin kejadian selasa mereka sudah melakukan PE, (Penyelidikan Evindimiologi) radius kejadian 100 sampai 200 meter dari timur barat selatan dan utara. Itu semua di periksa apa penyebabnya dimana dapatnya kasus tersebut apakah memang disitu atau anak tersebut diluar kota/dari luar wilayah kita yang menjalar kekampung. Langkah sudah dilakukan PE dan pengendalian jentik lalu sebelumnya juga Puskesmas sudah melakukan pelatihan JUMANTIK (Juru Pemantau dan Jentik) di setiap rumah,di setiap desa mungkin belum terjangkau ditahun 2017 dan 2018.

Mengenai keinginan masyarakat tentang adanya pogging,pogging itu bukan pembasmi utama penyakit Demam Berdarah karena pogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan usia nyamuk dewasa antara 1 sampai 12 hari dan ada jenisnya kalau betina sampai 24 hari lagi pula pigging tidak mencapai jentik ,sementara kita berpikus kepada jentik sementara jentik itulah bibit bibit DSB dari itu kita fokus kepada pembasmian jentik 4 M ples tidak hanya dilakukan oleh dinas kesehatan kami juga sangat berharap kesadaran dan pranserta masyarakat itu sendiri. untuk penenggulangn setiap tahunnya kita pokus pada saat kejadian meningkat hanya pada oktober nopember desember kebetulan kemaren awal desember kita sudah melakukan pogging itu pogging fokus namanya dimana kejadian itu usia anak sekolah mulai dari paud sesampai usia SMA serta kita fokus di setiap sekolahan yang ada di kecamatan nanga pilih ini sebanyak 58 sekolah mulai dari PAUD sampai SMA.

 “Penanganan utama kita lakukan pencegahan kalau penanggulangan saat kejadian itu kita lakukan pogging sedangkan pogging hanya membunuh nyamuk dewasa nyamuk dewasa bisa terbang kemana mana tetapi hanya radiusnya itu 100 sampai 200 meter. Dinas kesehatan juga minta kepada setiap puskesmas yang ada di kecamatan dan desa agar selalu bersinergi dalam kerjasamanya dengan masyarakat terutama dibidang kesehatan mengingat masalah demam berdarah adalah masalah nasional dibidang kesehatan.

Berkaitan dengan kejadian demam berdarah DBD, untuk tahun 2018 lalu kasus DBD,mencapai angka 93 kasus dua meninggal dunia sedangkan kita sangat berharap untuk kabupaten Melawi kita bebas DBD,pungkas nya ./jon


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *