Diduga Pupuk Bersubsidi Diselewengkan

Bupati Sambas dr.Hj.Juliarti poto beresama para petani./lux
Bupati Sambas dr.Hj.Juliarti poto beresama para petani./lux

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SAMBAS-Indikasi adanya penyimpangan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, membuat miris para petani di Kecamatan Selakau dan Selakau Timur sebagaimana yang dikeluhkan salah satu perwakilan petani bernama Rahimin, warga Desa Pangkalan Bemban ini mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi akhir-akhir ini. Terkadang kami harus membeli sendiri demi unutk kebutuhan tanaman padi kami, lanjutnya saat ditemui dikediamannya.

Sedianya para petani padi yag memiliki lahan 1 hektar mendapatkan jatah pupuk bersubsidi, jenis pupuk Poska, Urea Putih, pupuk Organik (kompos), Kapur dan pupuk Kaleng jenis semprotan yang disuplai melalui distributor pupuk bersubsidi. Namun saat ini kami hanya diberi pupuk Organik/kompos, kapur yang tidak bisa digunakan sebagai bahan pupuk tanaman padi, terang Pakcik salah satu Petani Desa Gelik Kecamatan Selakau Timur,

Selain itu kami juga dibebani harus membayar Rp.200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) untuk 1 hektar dan jika tidak dibayar maka kami para petani tidak diberikan jatah pupuk tersebut, papar Pakcik.

Yang jadi pertanyaan kami dikemanakan pupuk tersebut jika tidak diberikan pada kami ?

Menurut Rahimin, bahwa pupuk bersubsidi jenis Organik. Kompos dan Kapur tidaklah berguna bagi tanaman padi, bahkan akibatnya pupuk-pupuk tersebut dibiar tergeletak dipinggir-pinggir jalan.

Sementara itu di Selakau Timur ada 18 Poktan, namun sangat disayangkan hanya 6 poktan saja yang mendapat jatah pupuk, padahal kami kan berperan juga untuk meningkatkan swasembada beras timpal Pakcik.

Menurut Pakcik dan Rahimin, bahwa ternyata kelangkaan pupuk didaerah kami telah disimpangkan oleh oknum bernama (Y) yang nota bene juga salah satu Kepala Desa di Kecamatan Selakau, hal tersebut terungkap setelah kami mendengarkan, paparan Dandim Singkawang Sambas Bengkayang Kol.Inf.Reza H Dipura di Desa Sungai Kelambu Kecamatan Tebas saat melakukan pembinaan dan pendampingan pada Petani di Kabupaten Sambas.

Bahwa menurut Dandim, satuannya telah menangkap dugaan penyimpangan Pupuk Bersubsidi milik saudara Y yang dibawa ke Kabupaten Bengkayang, dimana sedianya tujuan pupuk tersebut adalah untuk petani di Kecamatan Selakau dan Kecamatan Selakau Timur, namun oleh Y selaku distributor PD HF ternyata pupuk tersebut disimpangkan ke daerah Budok Bengkayang.

Baik Rahimin maupun Pakcik dengan heran, mengatakan kenapa pelakunya sampai saat ini masih anteng -anteng saja seakan tak tersentuh oleh hokum. Faktanya yang bersangkutan masih tidur nyenyak dirumahnya.

Selain itu, sampai dimana proses hukum terhadap Y, yang kami tahu kok hanya sopir truknya saja yang ditahan pihak Kepolisian ?

Sementara itu Bupati Sambas dr.Hj.Juliarti H Alwi MPH, dalam setiap pembinaannya kepada para petani selalu mengingatkan kepada pihak Distributor Pupuk Bersubsidi agar jangan bermain dengan nasib para petani dan jangan sampai setelah selesai panen pupuknya baru tersedia.

Bupati juga berharap, bahwa pendampingan oleh TNI AD benar-benar dapat mengawal pupuk tersebut sampai ke tangan petani, sebab lanjut Juliarti Kabupaten Sambas ini adalah salah satu sentra Ketahanan Pangan di Kalimantan Barat./Lukman


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *