Diduga PT.FJM Hanguskan Uang DP Konsumen

Pontianak – Permainan para pengembang properti untuk meraup  keuntungan, dengan  berbagai cara  di lakukan. Dengan berbagai cara untuk menarik minat konsumen, pengembang menawarkan dengan harga promosi mulai memasang plank dengan DP sangat fantastik dan terjangkau hanya dengan membayar uang muka 1 Juta Rupiah perumahan KPR yang bersubsidi dari pemerintah membuat konsumen tertarik untuk memiliki rumah bersubsidi tipe 36 tersebut.

Kekecewaan pun muncul bagaimana tidak, perumahan yang di idam-idamkan ternyata gagal karena tidak lolos proses BI Checking.

Salah satu dari konsumen yang merasa dikecewakan oleh PT.FJM yang ber alamat Jalan Adi Sucipto Gg.Permai No 5 Pontianak.

Eti Sunarsih warga kota Pontianak Timur yang ingin mengajukan perumahan KPR bersubsidi yang terletak di Kabupaten Kubu Raya, akhirnya hanya bisa pasrah dengan permainan yang di buat oleh pengembang PT.FJM yang menghanguskan uang muka (Dp), ternyata tidak bisa dikembalikan karena gagal BI Checking. Setelah gagal di BI cheking Eti langung mendatangi kantor pemasaran PT.FJM, menurut keterangan Eti bahwa admin meminta kepada dirinya untuk menganti pengajuan KPR tersebut memakai atas nama orang lain dan harus membayar uang Dp kembali sebesar 1 Juta Rupiah, ujar Eti kesal, Senin (30/10/2017).

Setelah  mendapati informasi terkait permasalahan tersebut media ini yang didampingi saudara Kandung Eti Sunarsih mendatangai kantor pemasaran perusahan PT. FJM.

Setelah di temui di kantor pemasaran perusahan beberapa karyawan tersebut membenarkan bahwa uang boking + DP akan hangus jika pihak bank menolak pengajuan kredit tersebut dan mengatakan ini sudah peraturan dari perusahan kami, jika konsumen yang tidak lolos uang boking+Dp konsumen akan hangus, jelas salah satu karyawan perusahaan tersebut.

Jika demikian itu terjadi diduga akan lebih banyak lagi korban dari perusahan pengembang yang mengambil keuntungan dari uang Booking+DP tersebut, dikarenakan banyaknya masyarakat yang kurang paham akan peraturan yang di buat perusahan pengembang tersebut.

Herannya pihak yang bertangung jawab dari perusahaan tersebut tidak bisa di temui dan salah satu karyawan memberikan No Hand Phone yang tidak aktif kepada awak media ini. Guna keperluan konfirmasi awak media berupaya tapi tidak dapat menghubungi pimpinan perusahaan tersebut./ (hen).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *