diduga Pengusaha Rokok Filter Ilegal Cukai Abal-Abal Keruk Milyaran Rupiah

Pasuruan – Banyak cara yang dilakukan Pengusaha Nakal untuk meraup keuntungan sebesar – besarnya meskipun harus Melanggar Hukum, Seperti yang dilakukan oleh Pengusaha Kaya asal Cina sebut saja Parman yang merupakan seorang Pengusaha Rokok Filter Ilegal dengan Cukai abal – abal yang memiliki lebih dari 10 (sepuluh) Gudang untuk Memproduksi serta Menyimpan Rokok yang sudah siap edar. Beberapa Gudang diantaranya berada didaerah Kecamataan Pandaan Pasuruan, Minggu (15/10/2017).

( Diduga usaha rokok ilegalnya./ist )

Keberanian Parman dalam Memanipulasi Pita Cukai bukan tanpa alasan, Pengusah Licik tersebut juga mendapatkan Perlindungan dari Oknum Polisi dari Polres Pasuruan hingga Perwira Polda Jatim, Oknum Pejabat Teras di Kantor Bea Cukai Pasuruan serta Preman yang telah mendapatkan Jatah atau Upeti darinya. Hal tersebut dilakukan agar usaha haramnya bisa tetap berjalan Eksis dan jauh dari kejaran Media serta Aparat Penegak Hukum yang benar – benar Jujur dalam melaksanakan Tugasnya.

Dari hasil Investigasi Tim Wartawan menemukan Fakta yang mengejutkan, Selama 3 (tiga) Tahun beroperasi, Parman telah Merugikan Negara hingga Miliaran Rupiah. Seperti yang dituturkan AGN yang merupakan Karyawan Parman menjelaskan, ” Dari luar, Gudang ini seperti Gudang Furniture atau Mebel Kayu biasa. Namun, Didalamnya dibuat untuk Memproduksi Rokok Polosan dengan Puluhan Karyawan dan Mesin Pencetak Rokok, ” Ungkapnya.

Lanjut AGN, Dilihat secara kasat mata memang tidak ada Pelanggaran yang dilakukan. Tetapi setelah dilihat dengan Teliti, Pita Cukai yang digunakan untuk isi 12 dan 16 batang menggunakan isi 20 batang. Selain itu, Pita yang dipakai merupakan Pita Spanyolan alias Separuh Nyolong atau Palsu, imbuhnya.

” Bahkan sebagian Gudang Memproduksi Rokok dari Limbah Rokok terkenal yang didaur ulang, Kemudian dipasarkan di luar pulau dengan Merk BRAND JATI dan R. SEVEN, ” Pungkasnya.

Senada dengan AGN, Tompi (nama samaran) menjelaskan, Saya hanya menjalankan Perintah Atasan untuk Mengawasi dan Menjaga Gudang yang berisi Mesin Pencetak Rokok dengan Kapasitas Besar serta mengkondisikan Awak Media, Oknum Polisi dan Oknum Bea Cukai jika datang kesini hanya saja memberikan sekedarnya saja untuk Uang Rokok dan Uang Makan. ” Selain Jaga Gudang, Saya dan istri juga membuat Rokok dirumah untuk tambahan pemasukan, ” Ujarnya.

Tim Wartawan juga mendapatkan informasi dari salah satu pegawai Bea Cukai yang mengatakan, Pengusaha biasanya sudah bekerja sama dengan orang dalam Bea Cukai yang semuanya dipegang penuh oleh Pimpinan Kantor Bea Cukai Pasuruan.

Bahkan saat Parman ditemui Tim Wartawan mengatakan, Sudah lah mas. Anda datang kesini baik – baik yaa saya sambut baik juga, Semua intinya cari saudara dan cari makan. ” Saya ini banyak Kenalan Orang Penting mas, Mulai dari Krimsus Polda Jatim hingga Mabes Polri di Jakarta, ” Jelentrehnya.

Saat Tim Wartawan mencoba melakukan klarifikasi kepada Kapolres Pasuruan, Sang empunya sangat sulit ditemui. Sehingga Tim memutuskan untuk menghubungi Kapolres melalui selulernya. AKBP Raydian Kokrosono menegaskan, ” Apapun namanya Pelanggaran Hukum tetap akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku, Kalau itu terkait pelanggaran kepabeanan harus kita tindak, ” Ucap Raydian Kokrosono. (Red/tim)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *