Diduga Pekerjaan Proyek Asal Jadi

Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kubu Raya terkesan tutup mata

POSTKOTA PONTIANAK.COM

Dinas Bina Marga dan Pengairan-kkrKUBU RAYA-Minimnya pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat terhadap beberapa pekerjaan proyek fisik di wilayah itu, dimanfaatkan oleh pihak kontraktor.

“Bahkan pihak terkait terkesan tutup mata, padahal pekerjaan tidak sesuai spec. Patut diduga telah terjadi kongkalikong antara kontraktor dan oknum dinas tersebut,” ujar Ketua DPD Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) Kalbar S. Achmad Hasyim BI.

Dugaan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah  DPD Lemabaga Penyelidikan Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) Kalbar S.Achmad Hasyim BI , Achmad menanggapi temuan lembaganya di lapangan.

Dugaan lain menurut Achmad, kontraktor dengan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan mengakibatkan berbagai proyek yang menghabiskan uang APBD KKR terkesan dikerjakan asal jadi. Demi meraup keuntungan sebanyak mungkin dan tidak lagi memperhatikan kualitas aau mutu pekerjaan proyek tersebut. Kontraktor pelaksana dengan modus mengurangi volume pekerjaan dan melakukan pekerjaan asal-asalan, akibatnya yang dirugikan adalah rakyat.

Salah satu Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Pekerjaan Peningkatan Jalan Sungai Asam-Suka Lanting (Paket 1) Kabupaten Kubu Raya , yang menghabiskan APBD Muba tahun 2014 senilai  Rp. 491.498.000,-  yang dikerjakan oleh pelaksana CV.Putri Nandia Pratama, beber Achmad.

“Kami menduga terdapat kekurangan volume hingga mengakibatkan ratusan juta rupiah kerugian negara yang mengalir kekantong pribadi. Proyek tersebut dikerjakan kontraktor pelaksana dengan modus tumpang tindih.” lanjut Ahmad.

Anehnya, menurut Achmad, Dinas PU Bina Marga dan Pengairan selalu meloloskan pengerjaan yang asal jadi itu.

“Sudah jelas-jelas hasil pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dan diduga telah menyalahi aturan, namun tetap saja team PHO menerima dan mengesahkan proyek tersebut.” ujarnya.

Ketika Tim Invesigasi Integrits meninjau langsung proyek yang disebutkan Achmad, terlihat dengan jelas bahwa pengerjaannya tidak maksimal..

Menindak lanjuti temun tersebut DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalimantan Barat juga telah melayangkan surat ke dinas PU Bina Marga KKR untuk meminta Klarifikasi tentang temuan tersebut, pada tanggal 9 Februari 2015 dengan Nomor : A.1/Ex.DPD-AWI/KB/II/2015 juga belum ada respon dan jawaban resmi dari pihak PU Bina Marga Kubu Raya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Investigasi Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar berusaha dan mencoba untuk melakkukan konfirmasi kepada Kadis Bina Marga, namun salah satu staf mengatakan bahwa bapak lagi keluar tidak ada ditempat, ketika konfirmasi Kabid Bina Marga juga tidak ada ditempat kerjanya.

Ditanyakan lagi ke staf tersebut beliau mengatakan bapak Erwin sedang ke kantor Bupati untuk menghadiri rapat. (Budi/N-Tim)

jalan yang sudah retak-kkr