Diduga Oknum PSM Komersilkan Beras Bantuan Bencana

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU-Entah benar atau tidak, salah seorang oknum pekerja sosial masyarakat (PSM) di Kabupaten Sekadau diduga telah melakukan tindakan tidak terpuji dengan mengkomersilkan logistik korban bencana. Oknum PSM berinisial SI ini disinyalir menjual beras bantuan pemerintah untuk korban bencana alam. Beras tersebut di jual dengan harga Rp.6 ribu per kilogramnya.

Raskin.(ist)Perbuatan tersebut diduga telah beberapa kali dilakukan oleh oknum bersangkutan. Sudah cukup banyak warga yang tertipu membeli beras darinya. Sejatinya, beras tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena dampak langsung bencana alam seperti banjir, longsor, dan sebagainya. Beras tersebut mestinya diserahkan secara cuma-cuma alias gratis kepada korban bencana.

Dengan posisinya sebagai PSM yang bekerja dibawah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) yang salah satu tugasnya adalah membantu masyarakat korban bencana tentu memudahkan SI dalam menjalankan aksi tersebut.

“Saya pernah beli beras dari dia. Satu kilo harganya enam ribu rupiah. Murah kan, lagi pula mutunya lumayan, ya kita sih mau-mau saja mumpung murah,” ujar salah seorang warga Peniti yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan tertentu.

Warga ini mengaku tidak tahu-menahu dari mana beras tersebut berasal. Namun yang pasti, beras yang dijual terbungkus karung dengan bobot 15 kilogram yang dikeluargan oleh forum Badan Urusan Logistik (Bulog). “Pakai karung bulog,” ujar warga ini.

Sepanjang yang ia tahu, oknum PSM tersebut telah beberapa kali menawari warga sekitar untuk membeli beras. “Setahu saya sih sudah sering ya,” tuturnya.

Kabar ini mengagetkan Suhardi, Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sekadau. Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Suhardi mengaku belum mendengar informasi tersebut.

“Terimakasih infonya, saya baru tahu. Siapa yang melaporkan,” katanya berbalik bertanya saat Postkotapontianak.com menghubungi via telepon, siang.

Suhardi mengakui jika instansi yang ia pimpin memiliki tenaga PSM. Orang-orang ini merupakan utusan kecamatan yang mewakili desa masing-masing. Namun, Suhardi terheran-heran mendengar logistik bantuan bencana dapat diselewengkan.

“Itu penyalurannya by name by address, artinya disalurkan sesuai data yang masuk ke kami. Seperti di Kampung Tebal kemarin. Itu data korban kami minta dulu, barulah kemudian bantuan disalurkan sesuai data yang ada. Bagaimana bisa diselewengkan begitu,” ucapnya heran.

Namun begitu, Suhardi berjanji akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. “Ini kan belum tahu benar atau tidak, bisa saja laporannya keliru atau mungkin ada orang iri. Saya bukannya membela ya. Tapi akan kami telusuri, kalau memang benar ya pasti ditindak,” janjinya.

berupaya untuk mengkonfirmasi langsung kepada oknum PSM yang namanya disebut-sebut telah menjual beras bantuan bencana. Dalam prosesnya,  Postkotapontianak.com berhasil mendapatkan nomor handphone yang bersangkutan. Namun, ketika dihubungi beberapa kali, oknum tersebut tidak menjawab. Pesan singkat yang dikirimkan pun tak kunjung dibalas hingga berita ini diturunkan.(Yahya PKP)