Diduga Oknum Kepala Desa,Bawa Kayu ILegal di Tangkap Polisi

Kasat Reskrim Polres Melawi. Foto : Joni – PKP.

Melawi – Poskotapontianak.com, Satuan Reskrim Polres melawi telah mengamankan kayu tanpa di lengkapi dokumen 20/1/19

berawal dari Laporan Masyarakat,
Bahwa di Sungai Melawi sekitar pesisir Desa Sungai Pinang kecamatan Pinoh Utara terdapat satu unit kapal motor Air melintas di duga membawa 175 batang kayu jenis Belian, ( Ulin – red ).

Terkait pengkapan kayu tersebut,
Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Samsul Bakri.SH.MH mengatakan,dasar informasi tersebut anggota Sat reskrim Melawi langsung melakukan pengejaran menelusuri sungai Melawi dan Mendapati Kapal Motor di Maksud, Jumat (1/1/19) di kantornya

Di jelaskan Kasat, “Benar kita telah mengaman kan Sebuah Kapal Motor yang membawa kayu tanpa di lengkapi dokumen.
Saat ini,Sebuah Kapal motor Air beserta nahkoda nya SA,44 Tahun Yang Nota benenya adalah Seorang Kepala desa Aktif di salah satu Desa di Kecamatan Ambalau katanya.

Kronologis, saat di periksa pada Kapal motor tersebut,polisi menemukan 175 batang Kayu belian,Ulin Red_ Ukuran 8×8 di dalam lambung Kapal motor

kayu tersebut ternyata tidak memiliki Dokumen, SA tak dapat menunjukkan kepada anggota kita kata kasat, Ss mengatakan kalau kayu tersebut akan di bawa ke Nanga pinoh.

Di jelaskan Kasat, “Kayu tersebut diduga berasal dari Kecamatan Ambalau kabupaten sintang.

Saat ini Tersangka SA beserta,barang Bukti Berupa, 175 batang Kayu Belian,(Ulin Red_) telah di Aman kan di Polres Melawi dengan dasar LP.A .Nomor:4/1/RES/5.6/ KB-RES Melawi, 2019.

Dari pengembangan pemeriksaan terhadap tersangka Ss,Pada identitas KTP nya Ss seorang Petani, namun ternyata seorang oknum Kepala aktif di Desa Patih Jepara Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang.
“Dia mengatakan kayu tersebut akan digunakan untuk bangunan sendiri.

Di tegaskan Kasat,Atas perbuatannya tersangka diduga melanggar UU RI no. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan jeratan, Pasal 12 ayat 1 huruf e jo pasal 83 ayat 1 huruf b dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara pungkasnya./Jon.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *