Diduga Belum Berapa Lama, Pembangunan Jalan Rabat Beton Sudah Terlihat Rusak

// Jalan rabat beton yang diduga rusak bahkan bagian atas sudah terlihat terkelupas dengan pasir yang muncul diatas permukaan, foto : hen.//

KUBU RAYA – ada dugaan kurangnya pengawasan dari dinas terkait terutama PUPR Bidang Cipta Karya Provinsi,atas pembangunan proyek rabat beton tahun anggaran 2019 Desa Korek,Kecamatan Sui Ambawang,kabupaten Kubu Raya, diduga dikerjakan asal-asalan bahkan terkesan dikerjakan dengan kualitas rendahan dan asal jadi hingga bangunan rapat beton tersebut yang belum lama dikerjakan sudah rusak dan pasir bermunculan di atas permukaan,Rabu (05/02/2020).

Saat awak media kroscek ke lokasi pekerjaan tersebut pada hari Selasa (04/02/2020), terlihat proyek rabat beton yang anggarannya bersumber dari APBD tahun anggaran 2019 dengan pagu dana Rp.176.419.000,00 yang di kerjakan CV.FJ HR, terlihat jelas nampak sudah banyak pecah-pecah.

// Salah satu warga setempat Pak Saimin (69) yang memberikan keterang terkait proyek rabat beton. foto : hen //.

Menurut keterangan dari warga di setempat salah satu warga yang mengaku bernama Pak Saimin(69), mengatakan, ” Saya sebagai masyarakat Desa Korek Sangat Kecewa atas pembangunan Rapat beton tersebut, karena baru berapa bulan saja sudah pada hancur mengelupas saya waktu pembangunan awal sudah pernah saya tegurkan,” ucapnya seraya mengatakan bahkan beberapa warga disini juga bekerja termasuk anak saya juga bekerja,akan tetapi pekerjaan ini tidak sesuai, soalnya waktu saya liat pekerjaannya lebih banyak pasir dari pada semennya jadi begini la hasilnya, ujarnya dan lagi pula menggunakan manual molen.

// Papan nama proyek rabat beton yang dipsang dilokasi. foto: hen. //

Terpisah saat di konfirmasi terkait pekerjaan tersebut ( PPK ) pejabat pembuat komitmen, ADI melalui pesan whatsapp mengatakan, kami konfirmasi dulu dgn pelaksansa dan konsultannya y saya masih di luar kota, coba ke pelaksana nya dulu atau ke pak firman staf kami. informasikan ke pak firman dulu karena dia team pengawas kami.

Ketika media ini menemui Pak Firman selaku staf yang telah di arahkan karna PPK yang sedang berada di luar kota, Firman mengatakan dengan nada kurang enak di dengar emangnya kalian mau kami bagaimana dengan pekerjaan tersebut jika ingin kita perbaiki kita akan perbaiki tapi kita mau cari kontaktornya dulu soalnya saya tidak tau siapa kontraktornya dan berdalih tidak mengenali siapa pelaksana pekerjaan tersebut.

“Ini aja saya masih mencari siapa plaksananya dan baru menyebar info siapa pemilik pekerjaan tersebut karna ada 200 paket provinsi yang berada di 200 lokasi jadi bagaimana mana mau mencarinya ujar firman Bersambung…(hen)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *